Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Avtur Naik Dua Kali Lipat Akibat Perang Iran, Harga Tiket Pesawat Diprediksi Akan Ikut Terdampak

        Harga Avtur Naik Dua Kali Lipat Akibat Perang Iran, Harga Tiket Pesawat Diprediksi Akan Ikut Terdampak Kredit Foto: Singapore Airlines
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Konflik di Iran memicu lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) global hingga hampir dua kali lipat, yang berpotensi mendorong kenaikan harga tiket pesawat dalam beberapa bulan ke depan.

        Jurnalis The New York Times, Niraj Chokshi, menyebut harga avtur global meningkat dari sekitar USD 2,41 per galon sebelum konflik menjadi hampir USD 5 per galon setelah perang berlangsung.

        Lonjakan biaya operasional tersebut diperkirakan akan dibebankan maskapai langsung kepada penumpang. Kenaikan tarif diprediksi akan berbeda pada tiap kelas layanan, dengan penumpang kelas bisnis dan kelas satu berpotensi mengalami kenaikan lebih besar, terutama untuk pemesanan mendadak.

        Baca Juga: Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Melonjak Drastis di Negara Tetangga

        Selain menaikkan harga tiket, maskapai juga mulai mengatur ulang jumlah kursi murah. Maskapai diperkirakan akan mengurangi kuota kursi ekonomi dengan tarif rendah dan menambah kursi pada kategori harga yang lebih tinggi guna menjaga margin keuntungan.

        Sejumlah maskapai juga mulai melakukan efisiensi dengan memangkas jadwal penerbangan yang kurang menguntungkan. United Airlines, misalnya, berencana mengurangi penerbangan pada hari tertentu serta penerbangan larut malam.

        Maskapai penerbangan juga mempertimbangkan penggunaan pesawat yang lebih hemat bahan bakar jika harga avtur tetap tinggi. Namun, penggantian armada dinilai sulit karena biaya pembelian pesawat yang mahal serta antrean produksi yang panjang.

        Kondisi ini diperkirakan paling berdampak pada maskapai bertarif rendah yang memiliki margin keuntungan lebih kecil dibanding maskapai besar seperti American Airlines dan Delta Air Lines.

        Pengamat menilai lonjakan harga tiket kemungkinan akan bertahan cukup lama. Jika harga energi tidak segera turun, tarif penerbangan diperkirakan tetap tinggi dan baru berpotensi normal kembali dalam beberapa bulan mendatang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: