Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Bitcoin Hari Ini (26/3): Uji Level US$72.000

        Harga Bitcoin Hari Ini (26/3): Uji Level US$72.000 Kredit Foto: Kliring Berjangka Indonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga bitcoin kembali mencoba menembus level resistance penting pada perdagangan pagi hari di Kamis (26/3). Hal ini terjadi menyusul kabar terbaru soal perang dari Iran, Israel dan Amerika Serikat.

        Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin untuk beberapa kali terus mencoba menembus level dari US$72.000. Ia sebelumnya telah beberapa kali gagal mempertahankan momentum di area tersebut.

        Baca Juga: CEO BNY: Bank Jadi Kunci Adopsi Kripto dan Bitcoin

        Penguatan bitcoin terjadi seiring adanya sinyal meredanya ketegangan dari Iran dan Washington. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengusulkan lima belas poin rencana untuk mengakhiri perang dengan Teheran.

        Namun, Iran menolak pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai fake news atau kabar palsu, sehingga ketidakpastian terkait perang keduanya masih tinggi.

        Adapun sejak awal tahun, bitcoin telah menunjukkan performa yang relatif lebih kuat dibanding aset safe haven tradisional seperti emas dan perak. Hal ini menunjukkan perubahan persepsi pasar terhadap kripto sebagai aset yang tidak sepenuhnya bergantung pada sentimen risiko tradisional.

        Bitcoin tercatat telah dua kali menembus level US$72.000 di Maret. Namun aset kripto unggulan tersebut selalu gagal bertahan dan mengalami koreksi ke US$65.000 hingga US$67.000. Kedua level tersebut kini menjadi area resistance krusial bagi pergerakan selanjutnya.

        Data pasar menunjukkan peningkatan signifikan pada posisi short dalam area resistance dari US$65.000 hingga US$67.000. Dampaknya adalah open interest meningkat tajam hingga spekulasi penurunan harga yang kuat dan berujung pada tekanan jual semakin besar di US$72.000.

        Pergerakan harga bitcoin kini berada dalam titik penentuan. Jika breakout berhasil, maka bitcoin memiliki potensi yang besar untuk mengalami kenaikan hingga bullish. Sebaliknya, jika gagal kembali, maka aset kripto tersebut bisa kembali menuju US$65.000.

        Baca Juga: Bitcoin Menguat Saat Konflik Timur Tengah Memanas, Emas dan S&P 500 Tertekan! Indodax: Mirip Pandemi

        Arah bitcoin ke depan sendiri akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga, sentimen pasar hingga perkembangan konflik yang terjadi antara Iran, Israel dan Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: