Iran Kaji Proposal Damai Amerika Serikat, Begini Isinya...
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Iran menyatakan tengah meninjau proposal untuk mengakhiri perangnya dengan Israel dan Amerika Serikat. Namun pihaknya menegaskan bahwa pihaknya tak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi langsung dengan Washington.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan bahwa pertukaran pesan melalui mediator tidak dapat diartikan sebagai pembicaraan resmi antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: Pasca Tewasnya Ali Larijani, Iran Kini Semakin Menjadi Negara Militer
“Pertukaran pesan tidak berarti negosiasi dengan Amerika Serikat,” ujarnya, dikutip dari Tasnim.
Araghchi menyebut proposal terkait sudah disampaikan kepada otoritas tertinggi dari negaranya dan keputusan akan diambil jika dianggap perlu. Hal ini sendiri menjadi sinyal terbatas terbukanya opsi diplomasi dari Iran.
Adapun proposal ini sendiri berisi lima belas poin yang telah diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut laporan, proposal terkait menekankan pentingnya penghentian pengembangan teknologi nuklir oleh Iran.
Trump ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.
Amerika Serikat juga mengancam jika proposal ini tidak diterima, maka pihaknya akan memberikan tekanan militer lebih besar terhadap Teheran. Iran menurutnya harus menerima fakta bahwa mereka telah kalah di Timur Tengah.
Adapun Israel menyatakan skeptisisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat. Mereka juga tak ingin ada konsesi besar serta ingin memiliki opsi untuk selalu menyerang tiba-tiba wilayah dari Iran.
Baca Juga: Paus Leo: Kebencian Meningkat dalam Perang Iran dan Amerika Serikat
Situasi saat ini menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi mulai terbuka, perbedaan posisi masih sangat besar. Perbedaan pandangan ketiga negara akan menjadi tantangan besar untuk kesepakatan damai guna mengakhiri perang di Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: