Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Balik Rugi Jadi Cuan, Emiten Prajogo (TPIA) Cetak Laba US$1,45 Miliar di 2025

        Balik Rugi Jadi Cuan, Emiten Prajogo (TPIA) Cetak Laba US$1,45 Miliar di 2025 Kredit Foto: Chandra Asri Group
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$1,45 miliar, berbalik dari posisi rugi US$56,5 juta pada tahun sebelumnya.

        Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, pendapatan bersih perseroan meningkat signifikan menjadi US$7,02 miliar, dibandingkan US$1,78 miliar pada 2024.

        Sejalan dengan itu, EBITDA perseroan melonjak menjadi US$1,66 miliar dari sebelumnya US$76,1 juta. Total aset juga tumbuh lebih dari dua kali lipat menjadi US$12,32 miliar, mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif sepanjang tahun.

        Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, menyampaikan capaian tersebut didorong oleh ekspansi strategis serta penguatan platform bisnis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.

        “Chandra Asri membukukan kinerja yang kuat pada FY2025 dengan menghasilkan profitabilitas sebesar US$1,4 miliar serta mempertahankan neraca yang tangguh dengan likuiditas lebih dari US$3 miliar,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (26/3/2026).

        Pada pilar energi, Chandra Asri mengintegrasikan Aster Chemicals and Energy (ACE), sebelumnya Shell Energy & Chemicals Park, yang diakuisisi bersama Glencore. Kompleks kilang dan petrokimia ini memperkuat strategi dekarbonisasi perusahaan.

        Perseroan juga memperluas ekspansi regional melalui akuisisi jaringan SPBU bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura. Langkah ini didukung fasilitas pembiayaan khusus senilai US$750 juta dari KKR dan efektif diselesaikan pada 1 Januari 2026.

        Di sektor kimia, Chandra Asri memperluas portofolio hilir melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals yang kini menjadi Aster Polymer Solutions (APS), dengan fasilitas HDPE berkapasitas 400 ribu ton per tahun.

        Sementara di dalam negeri, proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai sekitar US$800 juta telah mencapai progres lebih dari 50% dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027.

        Investasi sebesar US$200 juta dari Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) turut memperkuat pengembangan industri kimia hilir nasional sekaligus mendukung upaya pengurangan impor bahan baku industri.

        Di sisi lain, melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group), perseroan memperkuat bisnis infrastruktur sebagai sumber pertumbuhan baru.

        Baca Juga: Dorong Substitusi Impor, TPIA Perbesar Kapasitas Pabrik MTBE dan Butene-1 hingga 25%

        Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Emiten Prajogo (TPIA) Nyatakan Force Majeure

        Baca Juga: Danantara dan INA Suntik Rp3,37 Triliun ke Proyek CA-EDC Chandra Asri (TPIA)

        Pengembangan difokuskan pada sektor energi, air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik. Perseroan telah mengantongi izin konsesi pelabuhan dari Kementerian Perhubungan serta memperluas armada menjadi 14 kapal gas dan kimia serta lebih dari 200 unit truk logistik.

        “Pada saat yang sama, ekspansi kapasitas penyediaan listrik dan air juga terus dilakukan untuk mendukung peningkatan permintaan industri,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: