Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Proyek CA-EDC Chandra Asri Capai 66%, Siap Perkuat Industri Kimia Nasional

Proyek CA-EDC Chandra Asri Capai 66%, Siap Perkuat Industri Kimia Nasional Kredit Foto: Chandra Asri Group
Warta Ekonomi, Jakarta -

 PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengungkapkan progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang kini telah mencapai 66%.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting karena proyek mulai memasuki tahap pengembangan infrastruktur logistik utama sebagai bagian dari persiapan operasional fasilitas berskala dunia tersebut.

Setelah menuntaskan sejumlah tahapan konstruksi utama, proyek kini berfokus pada pembangunan jetty dan tangki penyimpanan.

Infrastruktur ini nantinya akan berperan penting dalam mendukung distribusi, penyimpanan, hingga pengelolaan logistik produk Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (EDC), sekaligus memperkuat konektivitas rantai pasok industri kimia nasional maupun regional.

“Pembangunan Pabrik CA-EDC kini memasuki fase pengembangan infrastruktur logistik utama yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi dan pengelolaan rantai pasik bahan kimia strategis," ujar Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi.

"Kami memandang pengembangan infrastruktur yang terintegrasi sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem kimia nasional yang lebih efisien dan kompetitif. Kami harapkan dalam jangka panjang, fasilitas ini dapat meningkatkan daya saing Indonesia sebagai basis industri kimia di kawasan Asia Tenggara,” lanjutnya. 

Pabrik CA-EDC ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan bahan kimia dasar strategis di dalam negeri yang terus meningkat. Pada tahap awal operasional, fasilitas tersebut ditargetkan mampu memproduksi 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC setiap tahun.

Produksi soda kaustik dari pabrik ini diproyeksikan dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi berbagai sektor industri nasional. Dalam jangka panjang, kapasitas tersebut berpotensi menggantikan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai mencapai USD 293 juta atau setara Rp4,9 triliun.

Sementara itu, hasil produksi EDC akan difokuskan untuk pasar ekspor. Langkah ini diperkirakan mampu menghasilkan potensi devisa hingga USD 300 juta atau setara Rp5 triliun per tahun, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kimia regional.

Tak hanya berdampak pada sektor industri, pembangunan proyek CA-EDC juga memberi kontribusi ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Hingga saat ini, proyek tersebut telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja selama masa konstruksi dan diperkirakan membuka sekitar 250 lapangan kerja baru saat mulai beroperasi penuh pada kuartal I-2027.

Baca Juga: Emiten Prajogo TPIA dan CDIA Teken Transaksi Afiliasi Rp11,07 Miliar

Baca Juga: Emiten Prajogo (TPIA) Cetak Laba Bersih USD205 Juta pada Kuartal I 2026

Sebagai bagian dari komitmen pertumbuhan inklusif, Chandra Asri Group juga melibatkan UMKM lokal untuk mendukung berbagai kebutuhan rantai pasok dan operasional proyek. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui pembangunan Pabrik CA-EDC, Chandra Asri Group terus mempertegas kontribusinya dalam mendukung hilirisasi industri kimia nasional serta memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia strategis di Indonesia. Selain membantu substitusi impor, fasilitas ini juga diharapkan menciptakan dampak ekonomi yang luas dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri kimia Asia Tenggara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri