Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Instruksikan Bahlil Cari Pasokan Minyak ke Berbagai Negara untuk Amankan Energi Nasional

        Prabowo Instruksikan Bahlil Cari Pasokan Minyak ke Berbagai Negara untuk Amankan Energi Nasional Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah bergerak cepat untuk mengamankan ketahanan energi nasional, di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. 

        Bahlil menegaskan telah menerima instruksi langsung dari Presiden, untuk segera mencari sumber pasokan minyak mentah baru dari berbagai negara.

        "Bapak Presiden memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara."

        "Kita harus mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita," ujar Bahlil dalam konferensi pers menghadapi periode arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H di SPBU Colomadu, Solo, Kamis (26/3/2026).

        Langkah jemput bola ini diambil sebagai upaya mitigasi terhadap ketidakpastian global yang sulit diprediksi.

        Bahlil menjelaskan, pemerintah tidak ingin krisis energi di tingkat dunia mengganggu stabilitas di dalam negeri, terutama saat mobilitas masyarakat sedang tinggi.

        Salah satu strategi konkret yang telah dijalankan adalah melakukan diversifikasi sumber impor.

        Bahlil menyebut pemerintah mulai memindahkan (switch) titik pengambilan pasokan minyak mentah, guna menghindari risiko gangguan distribusi.

        "Kita tahu 20 persen dari crude (minyak mentah) kita itu sebelumnya diambil melalui Selat Hormuz."

        "Sekarang kita sudah switch ke tempat lain dan pasokannya insyaallah sudah mulai membaik," ungkapnya.

        Lebih lanjut, Bahlil memaparkan peta kemandirian energi Indonesia saat ini.

        Ia mengeklaim untuk komoditas Solar, Indonesia sudah tidak lagi bergantung pada impor.

        Namun, tantangan masih ada pada sektor bensin dan LPG.

        "Kita harus yakinkan kepada rakyat Indonesia, solar kita insyaallah tidak lagi kita lakukan impor."

        "Untuk BBM berbentuk bensin, sekitar 50 persen masih impor, dan LPG kurang lebih 70 persen."

        "Tapi saya yakinkan, kita sudah mencari alternatif-alternatifnya termasuk sumber crude-nya," beber Bahlil.

        Baca Juga: Kejar Target Swasembada Energi, Etanol Hingga Biodiesel Bakal Dioptimalkan

        Melalui instruksi Presiden ini, Kementerian ESDM bersama seluruh stakeholder terkait, berkomitmen terus menjaga tiga pilar utama energi bagi rakyat, yakni ketersediaan pasokan, cadangan yang mencukupi, serta harga yang terjangkau.

        "Intinya, pemerintah akan menjaga pasokan energi, cadangan energi kita, dan harga agar tetap stabil di tengah kondisi dunia yang tidak menentu," imbuhnya. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: