Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ajak Masyarakat Hemat Energi, Bahlil: Kalau Masakan Sudah Matang, Matikan Kompor!

        Ajak Masyarakat Hemat Energi, Bahlil: Kalau Masakan Sudah Matang, Matikan Kompor! Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan pesan khusus kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat energi.

        Imbauan ini disampaikan Bahlil, menyusul ketidakpastian kondisi geopolitik global yang berdampak pada pasokan energi dunia.

        Bahlil menekankan, menjaga ketahanan energi nasional bukan hanya menjadi beban pemerintah semata, melainkan butuh kolaborasi nyata dari seluruh lapisan masyarakat, melalui penggunaan energi yang bijaksana.

        "Saya memohon dan menyarankan, ayo, kita harus memakai energi dengan bijak."

        "Gunakan untuk hal-hal yang perlu saja."

        "Kalau tidak perlu, saya sarankan jangan (digunakan)," ujar Bahlil dalam konferensi pers menghadapi periode arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H di SPBU Colomadu, Solo, Kamis (26/3/2026).

        Secara spesifik, Bahlil memberikan contoh sederhana namun berdampak besar dalam penggunaan LPG di rumah tangga.

        Ia meminta masyarakat lebih disiplin dalam mengonsumsi gas melon maupun nonsubsidi.

        "Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah matang, jangan kompornya dibiarkan menyala boros."

        "Kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi secara bijaksana," tuturnya.

        Bahlil menjelaskan, alasan di balik ajakan berhemat ini adalah karena Indonesia masih bergantung pada impor untuk beberapa jenis energi.

        Saat ini, sekitar 50 persen kebutuhan bensin dan 70 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

        Meski pemerintah menjamin pasokan saat ini dalam kondisi aman, perilaku hemat energi dari masyarakat akan menjadi benteng pertahanan utama jika krisis global berkepanjangan.

        "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri."

        "Kami bisa mendatangkan minyak dalam kondisi krisis, tetapi kalau rakyat tidak bisa memakai ini dengan bijak, berarti kita tidak saling mendukung."

        "Kalau penghematan ini mampu kita lakukan bersama-sama, insyaallah energi kita ke depan akan semakin baik," urai Bahlil.

        Melalui gerakan bijak energi ini, diharapkan beban subsidi negara dapat terjaga, dan ketersediaan energi bagi seluruh rakyat Indonesia tetap terjamin meski di tengah ancaman krisis global.

        Baca Juga: RI Harus Siap Hadapi Gangguan Suplai Energi

        "Saya mohon dukungan dari semua rakyat Indonesia."

        "Masalah energi ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi masalah kita semua," ucapnya. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: