Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Fokus Iran, Amerika Serikat Pertimbangkan Alihkan Senjata dari Ukraina ke Timur Tengah

        Fokus Iran, Amerika Serikat Pertimbangkan Alihkan Senjata dari Ukraina ke Timur Tengah Kredit Foto: Reuters/Kevin Lamarque
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian pasokan senjata yang sebelumnya ditujukan bagi Ukraina ke Timur Tengah. Langkah ini muncul seiring memanasnya perang dengan Iran.

        Dikutip dari The Washington Post, Pentagon menyoroti meningkatnya tekanan terhadap stok amunisi militer pihaknya akibat konflik dengan Iran. Laporan menyebut bahwa senjata yang berpotensi dialihkan termasuk rudal pencegat pertahanan udara yang dibeli melalui inisiatif dari The North Atlantic Treaty Organization (NATO).

        Baca Juga: KTT ASEAN Bakal Digelar Sederhana, Fokus Dampak Perang Iran dan Amerika Serikat

        Adapun Juru Bicara North Atlantic Treaty OrganizationAllison Hart menyebut bahwa seluruh persenjataan yang didanai melalui mekanisme program aliansi tetap dikirim atau dalam proses pengiriman ke Kyiv.

        Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy menilai ada strategi penundaan negosiasi damai dari Rusia. Ia menyebut bahwa musuhnya bertaruh bahwa pihaknya akan kehilangan dukungan dari Amerika Serikat. 

        Zelenskiy mengakui bahwa skenario tersebut memang memiliki risiko, terutama di tengah meningkatnya fokus dari pendukungan terhadap konflik di Timur Tengah. Konflik tersebut menurutnya juga telah mempengaruhi langkah dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

        Konflik Iran dan Amerika Serikat diketahui juga telah membuat mandek perundingan dari Rusia dan Ukraina. Putaran keempat perundingan yang dijadwalkan bulan ini diketahui terpaksa ditunda akibat eskalasi konflik dari Teheran dan Washington.

        Di sisi lain, pertimbangan pengalihan fokus pengiriman senjata ini juga terjadi di tengah intensitas operasi militer negera tersebut di Timur Tengah. Komandan Komando Pusat Amerika Serikat, Brad Cooper sebelumnya menyatakan bahwa pasukannya telah menyerang lebih dari 10.000 target di Iran.

        Amerika Serikat juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pengiriman tentara hingga 10.000 ke Timur Tengah. Hal ini dilakukan menyusul memanasnya ketegangan antara Washington dan Iran.

        Rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan internal dan belum menjadi keputusan final. Namun, Washington dengan hal tersebut menunjukkan bahwa mereka terus meningkatkan kesiapan militernya dalam menghadapi Iran.

        Menurut laporan yang beredar, pasukan tambahan ini kemungkinan akan mencakup unit infanteri, kendaraan lapis baja hingga dukungan tempur lainnya. Pasukan itu akan akan memperkuat ribuan tentara yang sudah lebih dulu ditempatkan di Timur Tengah.

        Baca Juga: Uni Eropa Ungkap Cara Rusia Bantu Iran Menyerang Amerika Serikat

        Penambahan pasukan darat ini diperkirakan akan melengkapi kehadiran militer yang sudah signifikan di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan hal tersebut juga memiliki lebih banyak opsi militer untuk dilakukannya ke Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: