Hebohkan Dunia, Ini Segala Hal yang Perlu Diketahui Masyarakat Soal Hantavirus
Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sedikitnya tujuh kasus dalam dugaan wabah di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Afrika Barat. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, satu pasien berada dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya mengalami gejala ringan.
WHO menyebut investigasi wabah masih berlangsung. Kapal pesiar yang dioperasikan perusahaan Belanda, Oceanwide Expeditions, itu membawa sekitar 150 penumpang dan sebelumnya sempat berlayar dari Argentina menuju Antarktika sebelum bergerak ke Afrika Barat.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mulai memperkuat kewaspadaan melalui penguatan screening dan surveillanceatau pengawasan penyakit menular. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan WHO untuk mempercepat deteksi dini potensi kasus.
“Virus ini kan virus yang lumayan berbahaya. Jadi kita udah koordinasi dengan WHO, kita melangkah itu untuk bisa lakukan screening-nya,” ujar Budi, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Menurut Budi, Indonesia memiliki keuntungan karena infrastruktur PCR yang dibangun sejak pandemi Covid-19 masih tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi hantavirus.
“Kita beruntung sekarang kan mesin PCR kita udah banyak. Jadi untuk deteksi virus ini, harusnya bisa lebih mudah. Cuma dipastikan reagen-nya masih khusus,” katanya.
Apa Itu Hantavirus?
Mengacu penjelasan Kementerian Kesehatan, hantavirus merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.
Virus ini berasal dari genus Hantavirus dalam famili Bunyaviridae dan ditularkan melalui rodensia seperti tikus dan mencit.
Penularan paling umum terjadi ketika manusia menghirup aerosol atau partikel udara yang terkontaminasi urin, tinja, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Selain itu, penularan juga dapat terjadi ketika cairan tubuh rodensia masuk melalui kulit yang terluka atau akibat gigitan tikus, meski kasusnya lebih jarang.
Kementerian Kesehatan menegaskan hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat penularan dari manusia ke manusia.
Baca Juga: Saham Kesehatan Melesat di Tengah Ancaman Hantavirus, Hingga Jadi Penopang Kenaikan IHSG
Baca Juga: Jejak Awal Hantavirus Diselidiki dimulai dari Argentina
Hantavirus bukan penyakit baru. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada 1978 di dekat Sungai Hantan, Korea Selatan, pada spesies tikus Apodemus agrarius.
Temuan tersebut dikaitkan dengan lebih dari 3.000 kasus demam berdarah yang menyerang pasukan PBB pasca-Perang Korea pada 1951-1953.
Pada 1993, wabah hantavirus juga ditemukan di wilayah barat daya Amerika Serikat yang memicu gangguan pernapasan serius dan kemudian dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: