Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Update Perang Iran, Amerika Serikat Tetiba Hubungi Pemimpin Kurdi

        Update Perang Iran, Amerika Serikat Tetiba Hubungi Pemimpin Kurdi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat baru-baru ini menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Pemerintah Regional Kurdistan, Masrour Barzani. Hal ini terkait dengan peran politikus terkait dalam menjaga aliran minyak dari Irak.

        Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menegaskan pentingnya kontribusi kawasan tersebut dalam menjaga stabilitas pasokan energi dunia, menyusul memanasnya perang di Timur Tengah.

        Baca Juga: Fokus Iran, Amerika Serikat Pertimbangkan Alihkan Senjata dari Ukraina ke Timur Tengah

        Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya pasukan dari Peshmerga. Diketahui, pasukan terkait tewas akibat serangan rudal Iran. Serangan tersebut terjadi pada 24 Maret di Utara Erbil, Irak. Sedikitnya enam anggota dari pasukan terkait dilaporkan tewas dan sekitar puluhan lainnya mengalami luka-luka.

        Pihak Peshmerga menyebut serangan itu sebagai tindakan pengkhianatan, dengan enam rudal balistik menghantam markas militer mereka dari Iran.

        Konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel sendiri telah memicu kenaikan harga minyak dunia serta mengguncang pasar keuangan global. Pasokan energi dari kawasan tersebut menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi global.

        Iran dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas dan pangkalan militer dari Israel dan Amerika Serikat. Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini dilaporkan telah mengirimkan proposal damai ke Teheran.

        Trump ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

        Ia juga memperingatkan bahwa jika proposal tersebut tidak diterima, maka pihaknya akan memberikan tekanan militer yang lebih berat ke Iran. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada jeda sementara, risiko eskalasi tetap tinggi apabila negosiasi gagal.

        Amerika Serikat di sisi lain juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pengiriman tentara hingga 10.000 ke Timur Tengah. Rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan internal dan belum menjadi keputusan final. Namun, Washington dengan hal tersebut menunjukkan bahwa mereka terus meningkatkan kesiapan militernya dalam menghadapi Iran.

        Menurut laporan yang beredar, pasukan tambahan ini kemungkinan akan mencakup unit infanteri, kendaraan lapis baja hingga dukungan tempur lainnya. Pasukan itu akan akan memperkuat ribuan tentara yang sudah lebih dulu ditempatkan di Timur Tengah.

        Baca Juga: China Peringatkan Amerika Serikat Terkait Pabrik Amunisi di Filipina

        Penambahan pasukan darat ini diperkirakan akan melengkapi kehadiran militer yang sudah signifikan di Timur Tengah. Trump dengan hal tersebut juga memiliki lebih banyak opsi militer untuk dilakukannya ke Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: