Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Temukan Pemasok Minyak Mentah Baru Guna Jamin Stok Nasional

        Bahlil Temukan Pemasok Minyak Mentah Baru Guna Jamin Stok Nasional Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan negara pemasok minyak mentah baru untuk kebutuhan dalam negeri. Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi gangguan pasokan energi global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

        Porsi impor minyak mentah Indonesia dari kawasan Timur Tengah selama ini mencapai angka 20 persen. Namun, pemerintah kini mulai mendiversifikasi sumber pengadaan energi dari berbagai kawasan lain di seluruh dunia.

        “Kami sudah menemukan sumber crude baru selain dari Timur Tengah,” ujar Bahlil di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3/2026).

        Namun, ia enggan memerinci nama negara yang menjadi mitra baru dalam pengadaan minyak tersebut.

        Bahlil juga meminta agar tidak ada pertanyaan lebih lanjut mengenai keterlibatan Rusia sebagai calon eksportir baru. Selain itu, fokus utama kementerian saat ini adalah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap mencukupi bagi masyarakat.

        Dinamika perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran dinilai berlangsung sangat cepat dan tidak menentu. Oleh karena itu, tugas mendesak pemerintah adalah menjaga ketahanan stok energi nasional agar tetap berada pada level aman.

        Pemerintah menegaskan belum akan mengambil opsi pembatasan subsidi BBM meskipun tekanan global kian meningkat. Terlebih lagi, harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan dan tetap sama dengan periode sebelumnya.

        Kebijakan ini berbeda dengan langkah pemerintah Malaysia yang sudah mulai memangkas kuota subsidi bahan bakarnya. Di samping itu, Indonesia tetap memprioritaskan kemampuan daya beli masyarakat di tengah situasi krisis geopolitik.

        Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan instruksi khusus kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Ia meminta adanya kajian mendalam mengenai langkah efisiensi konsumsi BBM jika terjadi kondisi darurat energi.

        Baca Juga: 2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab, Bahlil Bilang Komunikasi Terus Dibangun

        Salah satu skenario yang sedang dipertimbangkan adalah penerapan kembali sistem kerja dari rumah atau work from home. Selain itu, pengurangan jumlah hari kerja juga menjadi opsi untuk menekan penggunaan bahan bakar secara nasional.

        Sinergi antarlembaga terus diperkuat guna memitigasi dampak terburuk dari fluktuasi harga minyak mentah dunia. Transformasi sumber pasokan energi ini diharapkan mampu memperkuat kedaulatan energi Indonesia dalam jangka panjang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: