Ratusan Anak Tewas, China Kecam Serangan Amerika Serikat ke Iran
Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter
China mengecam keras serangan terhadap sebuah sekolah perempuan di Iran. Kecaman tersebut disampaikan dalam pertemuan darurat di United Nations Human Rights Council atau Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dikutip dari Xinhua, Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jia Guide mengecam serangan terhadap sebuah sekolah peremuan dari Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran. Serangan tersebut dilaporkan menelan ratusan korban anak-anak dan menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam perang dari Teheran, Israel dan Amerika Serikat.
Baca Juga: China Peringatkan Amerika Serikat Terkait Pabrik Amunisi di Filipina
Guide menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan hukum internasional. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil, khususnya sekolah, merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.
Jia menyebut serangan tersebut dilakukan tanpa persetujuan dari Dewan Keamanan PBB. Hal tersebut turut menjadi akar dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan. Ia juga menilai tindakan tersebut telah memperparah ketegangan di Timur Tengah.
"China menekankan pentingnya menghormati kedaulatan, keamanan dan integritas wilayah setiap negara, serta mengecam segala bentuk serangan yang menyasar warga sipil," tegas Jia.
China menegaskan bahwa seluruh konflik harus diselesaikan melalui dialog dan negosiasi, bukan melalui kekerasan. Beijing juga menyerukan agar semua pihak memanfaatkan setiap peluang untuk memulai proses perdamaian dan melindungi hak dasar masyarakat sipil.
Diketahui, dunia dikejutkan oleh sebuah serangan terhadap sekolah perempuan di Minab, Iran. Serangan tersebut terjadi saat hari pertama meletusnya perang dari Teheran, Israel dan Amerika Serikat.
Laporan awal menyebut bahwa serangan tersebut kemungkinan merupakan kesalahan target oleh militer dari Amerika Serikat. Rudal Tomahawk dilaporkan menghantam gedung sekolah yang sebelumnya diduga sebagai bagian dari fasilitas militer.
Menurut laporan militer, koordinat target ditentukan berdasarkan data lama dari lembaga intelijen, yang menyebabkan kesalahan dalam identifikasi sasaran. Namun, sejumlah pertanyaan masih belum terjawab, termasuk mengapa data tersebut tidak diverifikasi ulang sebelum serangan dilakukan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan tidak mengetahui laporan tersebut. Sementara sebelumnya beberapa pejabat terkait sempat menyebut kemungkinan keterlibatan dari Iran.
Baca Juga: Amerika Serikat Bilang China Diam-diam Kirim Alat Pembuat Chip ke Iran
Serangan terhadap fasilitas sipil ini menambah tekanan internasional terhadap konflik yang sudah meluas dan berdampak pada stabilitas global. Kecaman China terhadap serangan sekolah ini menjadi sinyal meningkatnya perhatian global terhadap korban sipil dalam konflik di Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: