Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Filipina dan China Lanjutkan Negosiasi Terkait Sengketa Laut China Selatan

        Filipina dan China Lanjutkan Negosiasi Terkait Sengketa Laut China Selatan Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Filipina dan China kembali melanjutkan dialog tingkat tinggi terkait sengketa di Laut China Seletan. Kedunya fokus pada kerja sama energi serta upaya meredakan ketegangan dalam kawasan yang penting di Asia.

        Kementerian Luar Negeri Filipina menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan posisi prinsipnya, termasuk kekhawatiran terhadap insiden yang mengancam keselamatan personel dan nelayan dari Filipina.

        Baca Juga: China Peringatkan Amerika Serikat Terkait Pabrik Amunisi di Filipina

        Filipina juga menekankan pentingnya diplomasi, komunikasi terbuka, serta kepatuhan terhadap hukum internasional dalam menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung lama tersebut.

        Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mulai menjajaki langkah awal untuk kerja sama dalam sektor minyak dan gas di tengah meningkatnya kebutuhan energi akibat konflik di Timur Tengah.

        Selain itu, isu pasokan energi dan pupuk juga menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya terhadap stabilitas ekonomi kawasan. Kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di bidang lain seperti energi terbarukan, pertanian, dan perdagangan.

        Inisiatif yang bersifat people-to-people juga turut dibahas oleh China dan Filipina. Kerja sama itu termasuk kemungkinan kebijakan bebas visa serta pembukaan rute penerbangan langsung guna meningkatkan hubungan bilateral.

        Filipina menyebut bahwa kedua negara terus membuat kemajuan dalam membangun kepercayaan di laut, termasuk melalui komunikasi antara penjaga pantai masing-masing.

        Sementara Wakil Menteri Luar Negeri China, Sun Weidong, menyerukan agar negara tetanggnya itu mengambil langkah konkret untuk memperbaiki hubungan bilateral.

        Pembahasan Filipina dan China menandai upaya pragmatis kedua negara untuk mencari titik temu di tengah ketegangan yang masih berlangsung terkait dengan Laut China Selatan. Pertemuan lanjutan antara menteri luar negeri kedua negara juga direncanakan berlangsung pada akhir tahun ini.

        Sengketa Laut China Selatan sendiri masih menjadi tantangan besar bagi Beijing dan Manila. Klaim China yang luas tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif beberapa negara dalam kawasan, salah satunya Filipina.

        China baru-baru ini mendesak agar manuver berbahaya dan provokatif untuk segera dihentikan oleh Filipina. Ia merujuk pada insiden yang terjadi pada baru-baru ini di Zhubi Jiao, Laut China Selatan.

        Menurut China, kapal perang mereka sedang melakukan patroli rutin dalam wilayah tersebut ketika mendeteksi kehadiran kapal dari Filipina. Pihaknya menyebut telah mengirimkan peringatan melalui radio kepada kapal terkait. Namun, Manila dituduh mengabaikan peringatan tersebut dan justru melakukan manuver yang dianggap berisiko.

        China mengklaim kapal negara tetangganya itu mengubah arah secara tiba-tiba dan mendekati kapalnya secara berbahaya, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan di laut. Beijing juga membantah bahwa pihaknya melakukan pendekatan berbahaya.

        Filipina di sisi lain mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari wilayahnya, sesuai dengan outusan arbitrase internasional tahun 2016. Namun Beijing menolak mengaku putusan tersebut hingga saat ini.

        Baca Juga: Amerika Serikat Bilang China Diam-diam Kirim Alat Pembuat Chip ke Iran

        Dialog Filipina dan China sendiri menunjukkan adanya peluang untuk meredakan ketegangan melalui kerja sama pragmatis. Namun, dengan sengketa yang belum terselesaikan, upaya diplomasi tetap harus berjalan konsisten untuk menjaga stabilitas kawasan dari Asia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: