Kanselir Jerman Ragu AS dan Israel Bisa Ganti Rezim di Iran
Kredit Foto: Reuters
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut ragu terhadap upaya Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menginginkan perubahan rezim di Iran.
Ia menyebut strategi AS-Israel berpotensi gagal dan jika tujuan utama intervensi adalah mengganti pemerintahan di Iran, maka peluang keberhasilannya sangat kecil.
"Saya tidak yakin mereka akan mencapainya. Kemungkinan besar telah gagal," kata Merz dalam pidatonya di ajang F.A.Z.-Congress 2026 di Frankfurt.
Merz menambahkan, pengalaman sejarah menunjukkan bahwa intervensi semacam itu jarang menghasilkan stabilitas. Menurutnya, perubahan rezim sering kali hanya berujung pada pergantian dari satu pemerintahan yang bermasalah ke pemerintahan lain yang juga tidak stabil.
Ia juga menyoroti belum adanya strategi yang jelas dari Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi situasi tersebut. Merz menilai kedua negara semakin terlibat dalam konflik tanpa tujuan akhir yang realistis.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa kondisi saat ini bersifat mengancam, tidak hanya bagi negara-negara yang terdampak langsung, tetapi juga bagi negara-negara lain dan dunia internasional secara keseluruhan.
Sebelumnya, Merz telah menyerukan penyelesaian konflik dengan Iran melalui jalur diplomatik dan menegaskan bahwa eskalasi ketegangan yang berlarut-larut akan merugikan semua pihak, termasuk Amerika Serikat dan Israel sendiri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: