Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jadi Target Serangan, Rusia Khawatirkan Situasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Iran

        Jadi Target Serangan, Rusia Khawatirkan Situasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Iran Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rusia khawatira terkait dengan serangan terhadap fasilitas sekitar wilayah dari Iran Bushehr Nuclear Power Plant. Moskow memperingatkan bahwa insiden tersebut dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan nuklir dalam kawasan dariTimur Tengah.

        Dikutip dari Reuters. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova meminta agar adanya penghentian serangan terhadap fasilitas nuklir oleh Israel dan Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa kondisi sekitar fasilitas juga terus memburuk seiring meningkatnya intensitas serangan.

        Baca Juga: Uni Eropa Ungkap Cara Rusia Bantu Iran Menyerang Amerika Serikat

        Ia juga berharap dunia bisa menyampaikan pesan tegas kepada pihak yang melakukan serangan agar menghentikan tindakan tersebut karena dapat membahayakan kawasan dari Timur Tengah.

        Sementara Kepala Rosatom, Alexei Likhachev mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengevakuasi tambahan ratusan staf dari Bushehr. Proses evakuasi masih akan berlanjut, dengan dua gelombang tambahan direncanakan dalam beberapa hari ke depan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko yang meningkat.

        Sebelumnya, Badan Pengawas Nuklir Dunia atau International Atomic Energy Agency mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan terkait dengan serangan dekat fasilitas dari Bushehr. . Insiden ini menjadi yang ketiga dalam kurun waktu sepekan terakhir.

        Meski demikian, hingga saat ini tidak ada kerusakan pada reaktor yang sedang beroperasi dan tidak ditemukan adanya kebocoran radiasi. Namun, frekuensi serangan yang meningkat menimbulkan kekhawatiran global terkait potensi risiko yang lebih besar jika situasi terus memburuk.

        Serangan terhadap fasilitas nuklir, meski tidak langsung mengenai reaktor, tetap menjadi perhatian serius karena potensi dampaknya yang luas. Insiden Bushehr menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi krisis nuklir yang berdampak global.

        Konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel sendiri telah memicu kekhawatiran global karena telah menggangu pasokan energi hingga mengguncang stabilitas ekonomi dunia.

        Iran dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas dan pangkalan militer dari Israel dan Amerika Serikat. Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini dilaporkan telah mengirimkan proposal damai ke Teheran.

        Trump ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

        Ia juga memperingatkan bahwa jika proposal tersebut tidak diterima, maka pihaknya akan memberikan tekanan militer yang lebih berat ke Iran. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada jeda sementara, risiko eskalasi tetap tinggi apabila negosiasi gagal.

        Amerika Serikat di sisi lain juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pengiriman tentara hingga 10.000 ke Timur Tengah. Rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan internal dan belum menjadi keputusan final. Namun, Washington dengan hal tersebut menunjukkan bahwa mereka terus meningkatkan kesiapan militernya dalam menghadapi Iran.

        Baca Juga: KTT ASEAN Bakal Digelar Sederhana, Fokus Dampak Perang Iran dan Amerika Serikat

        Penambahan pasukan darat ini diperkirakan akan melengkapi kehadiran militer yang sudah signifikan di Timur Tengah. Trump dengan hal tersebut juga memiliki lebih banyak opsi militer untuk dilakukannya ke Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: