Sosok Ebrahim Zolfaghari yang Mendadak Populer di Tengah Memanasnya Konflik AS-Israel vs Iran
Kredit Foto: Istimewa
Nama Ebrahim Zolfaghari mendadak populer dan menjadi sorotan internasional di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ia dikenal sebagai juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters, pusat komando tertinggi yang mengoordinasikan operasi militer Iran.
Zolfaghari merupakan perwira militer yang kini menjadi wajah komunikasi strategis Teheran di panggung global.
Ia bertugas menyampaikan sikap resmi militer, pembaruan operasi, serta pesan politik dan pertahanan kepada publik domestik maupun internasional. Dalam struktur militer Iran, Khatam al-Anbiya berfungsi sebagai pusat koordinasi antara Islamic Revolutionary Guard Corps dan angkatan bersenjata reguler (Artesh).
Sebagai juru bicara dari institusi strategis tersebut, peran Zolfaghari dinilai krusial dalam membangun narasi resmi Iran, termasuk memproyeksikan kekuatan militer dan merespons tekanan geopolitik.
Selain fungsi militer, institusi ini juga memiliki keterkaitan dengan proyek infrastruktur besar, termasuk sistem pertahanan pasif dan fasilitas strategis seperti situs pengayaan uranium di Fordow.
China Daily melaporkan Zolfaghari dikenal memiliki gaya komunikasi yang tenang namun tajam dan kerap memanfaatkan media sosial sebagai alat perang psikologis, termasuk dalam kampanye informasi multi-bahasa yang menargetkan audiens internasional.
Ia bahkan sempat viral setelah merilis video yang mengejek Presiden AS Donald Trump dengan jargon “You are fired”, diambil dari acara televisi The Apprentice.
Dalam beberapa pernyataannya, Zolfaghari juga secara terbuka menolak klaim negosiasi gencatan senjata dari pihak AS dan menyampaikan ancaman strategis, termasuk kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Dari sisi latar belakang, Zolfaghari disebut memiliki profil yang tidak biasa untuk seorang juru bicara militer. Ia dikenal sebagai poliglot yang menguasai bahasa Persia, Arab, Inggris, dan Ibrani, bahkan kerap menggunakan bahasa Ibrani untuk menyampaikan pesan langsung kepada publik Israel.
Ia juga memiliki latar pendidikan di bidang matematika serta gelar magister dan doktor di bidang filsafat Barat, dan dikenal sebagai hafiz Al-Qur’an.
Meski demikian, seperti banyak pejabat militer Iran lainnya, detail pendidikan formal dan kehidupan pribadinya tidak banyak dipublikasikan. Namun, analis menilai bahwa posisinya menunjukkan ia telah melalui pendidikan militer dan ideologis tingkat tinggi di institusi elit Iran, seperti Universitas Imam Hossein atau Universitas Pertahanan Nasional Tertinggi.
Kemunculan Zolfaghari juga dinilai sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan militer Iran di tengah krisis dan meningkatnya tekanan global.
Para analis menyebutnya sebagai salah satu instrumen penting dalam “perang narasi”, menggabungkan pendekatan intelektual dan strategi militer untuk memperkuat posisi Iran di kancah internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: