YouTube Turunkan Syarat Affiliate Jadi 500 Subscriber, Peluang Kreator Makin Cepat Cuan
Kredit Foto: Unsplash/ Rubaitul Azad
YouTube membuka peluang monetisasi lebih luas bagi kreator, dengan menurunkan syarat Program Shopping Affiliate menjadi hanya 500 subscriber, memungkinkan kreator dengan subsciber kecil mulai menghasilkan lebih cepat dari konten mereka.
Sebelumnya, program ini hanya bisa diakses kreator dengan jumlah pengikut besar.
Mengutip Social Media Today, saat pertama diluncurkan pada 2022, aksesnya terbatas, lalu sempat ditetapkan minimal 20.000 subscriber pada 2023.
Seiring waktu, YouTube menurunkannya menjadi 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang publik.
Kini, dipangkas kembali menjadi 500 subscriber.
Melalui program ini, kreator dapat menandai produk dalam video mereka, baik Shorts, video panjang (VOD), maupun siaran langsung akan memperoleh komisi dari setiap penjualan yang berasal dari tautan tersebut.
“Dengan menurunkan ambang batas ini, kami membuka potensi penghasilan lebih awal dari sebelumnya," tulis YouTube dalam pernyataannya.
Langkah ini dinilai signifikan, mengingat YouTube mengklaim fitur tautan belanja mampu meningkatkan pendapatan kreator hingga 15 kali lipat bahkan lebih.
Selain potensi komisi, YouTube juga melihat program ini sebagai cara memperkuat hubungan antara kreator dan audiens.
“Setiap rekomendasi memperkuat fondasi Anda dengan komunitas Anda, mengubah pembelian sederhana menjadi hubungan yang langgeng dan loyal,” kata perusahaan itu.
Ekspansi ini juga sejalan dengan fokus utama CEO YouTube Neal Mohan yang menempatkan fitur belanja, khususnya dalam siaran langsung, sebagai salah satu prioritas utama YouTube di tahun 2026.
Tren ini mengikuti langkah berbagai platform media sosial yang semakin mengintegrasikan fitur e-commerce ke dalam konten mereka.
Baca Juga: BPS Bidik Pendapatan Youtuber Hingga Ekonomi Bawah Tanah di Sensus Ekonomi 2026
Saat ini, Program Affiliate Belanja YouTube telah tersedia di berbagai negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Korea, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, India, Singapura, Brasil, Taiwan, dan Jepang.
Dengan syarat yang semakin ringan, program ini berpotensi menjadi pintu masuk baru bagi kreator pemula, untuk mulai menghasilkan dari konten tanpa harus menunggu memiliki subsciber banyak. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: