Kredit Foto: Lestari Ningsih
PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) resmi dihentikan sementara (suspensi) perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 1 April 2026. Langkah ini diambil setelah saham ASPR mengalami lonjakan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat.
"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham ASPR, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham ASPR pada tanggal 1 April 2026," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.
Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (31/3), saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) ditutup menguat 12,75% ke level Rp230. Bahkan, dalam sepekan saham ini telah melesat 50,33% dan melonjak 56,46% sepanjang satu bulan terakhir.
Penghentian sementara ini dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Tujuannya untuk memberikan waktu bagi investor dalam mencermati informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan investasi.
"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," ujar Yulianto.
Di sisi lain, ketika PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) masuk masa suspensi, saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) kembali diperdagangkan setelah sehari sebelumnya dihentikan sementara.
Baca Juga: BBM Tak Naik, IHSG Hari Ini (1/4) Dibuka Menguat 1,43% ke Level 7.149
Baca Juga: IHSG Awal April Diproyeksi Masih Koreksi, Cermati Saham Pilihan Analis
"Menunjuk Pengumuman Peng-SPT-00098/BEI.WAS/03-2026 tanggal 30 Maret 2026 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham , maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 1 April 2026," terang Yulianto.
Sebagai catatan, saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) sebelumnya ditutup melemah tajam 14,38% ke level Rp262 pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Bahkan dalam sebulan terakhir, saham ini telah anjlok hingga 65,53%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri