- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Siloam (SILO) Catat Pendapatan Rp9,95 Triliun pada 2025, Laba Tumbuh 22,5%
Kredit Foto: Istimewa
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mengumumkan hasil kinerja keuangan dan operasional untuk satu tahun penuh 2025 dengan capaian yang solid.
SILO mencatat pertumbuhan pendapatan neto sebesar 5,2% secara tahunan (YoY) menjadi Rp9,95 triliun. Sejalan dengan itu, EBITDA naik 18,3% menjadi Rp2,9 triliun, sementara laba bersih melesat 22,5% menjadi Rp1,16 triliun, meskipun tahun berjalan diwarnai periode transisi dan berbagai tantangan eksternal.
Dari sisi operasional, kinerja SILO tetap stabil. Sepanjang 2025, jumlah pasien rawat inap mencapai 317.900 dengan total hari perawatan sebanyak 1,01 juta. Sementara itu, kunjungan rawat jalan tercatat 4,35 juta, ditopang oleh kapasitas 4.310 tempat tidur operasional dengan tingkat hunian (BOR) sebesar 64,2%.
Perseroan terus mendorong transformasi melalui strategi lima tahun Next Gen Siloam. Program ini mengusung konsep hospital of the future, di mana SILO diarahkan menjadi ekosistem layanan kesehatan berbasis teknologi seperti AI dan data, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan pasien, efisiensi operasional, serta pertumbuhan berkelanjutan.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang penting bagi Siloam seiring dimulainya implementasi strategi Next Gen Siloam, dengan transisi menuju operating archetype yang lebih terfokus pada segmen pasien yang dituju. Hal ini memungkinkan penyelarasan yang lebih baik atas kapabilitas klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional untuk mendukung ekspansi yang berkelanjutan," kata Presiden Direktur Siloam, Davidi Utama.
Baca Juga: Siloam (SILO) Rancang Akuisisi 14 Properti Rumah Sakit Senilai Rp9 Triliun
Baca Juga: Laba Emiten RS Hermina (HEAL) Turun 19% di 2025 Meski Pendapatan Naik, Ini Pemicunya
SILO menilai langkah transformasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi bisnis ke depan. Melalui berbagai inisiatif seperti leadership summit, program jaringan rumah sakit, hingga penguatan teknologi, Perseroan mampu meningkatkan eksekusi strategi sekaligus menjaga profitabilitas di setiap unit operasional.
"Perbaikan kinerja secara bertahap serta momentum positif hingga awal 2026 semakin memperkuat keyakinan manajemen bahwa transisi archetype ini berjalan sesuai rencana dan mulai memberikan hasil secara terukur, sehingga menempatkan Siloam pada posisi yang lebih kuat untuk pertumbuhan yang lebih terfokus dan berkelanjutan ke depan," tutup Davidi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: