Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) masih membukukan rugi bersih sepanjang 2025, meskipun kinerja keuangan perseroan menunjukkan perbaikan signifikan di tengah proses pemulihan operasional.
Direktur Keuangan WMUU, Wahyu Andi Susilo, menyampaikan rugi bersih perseroan tercatat sebesar Rp83,3 miliar, membaik dibandingkan rugi bersih Rp120,8 miliar pada 2024. Dengan demikian, perseroan berhasil memangkas kerugian sekitar 31% secara tahunan.
“Penurunan rugi bersih didorong oleh efisiensi biaya HPP serta pengendalian beban usaha,” ujarnya dalam Public Expose, Kamis (2/5/2026).
Perbaikan tersebut turut ditopang lonjakan pendapatan yang mencapai Rp740,9 miliar atau naik 96% dibandingkan realisasi Desember 2024 sebesar Rp378,1 miliar.
Kenaikan ini terutama didorong pertumbuhan penjualan pada segmen karkas yang melonjak hingga 132% secara tahunan.
Dari sisi operasional, kinerja perseroan juga menunjukkan pemulihan. EBITDA berbalik positif menjadi Rp20,4 miliar pada 2025, dibandingkan posisi negatif Rp37,9 miliar pada tahun sebelumnya. Perbaikan EBITDA menjadi indikator awal penguatan fundamental bisnis sebelum mencapai laba bersih.
Selain itu, rugi kotor perseroan menyusut tajam dari negatif Rp54,7 miliar menjadi negatif Rp12,8 miliar. Penurunan ini dipengaruhi efisiensi pada segmen rumah potong serta membaiknya kinerja segmen trading of chicken (TOC).
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp2,33 triliun pada 2025 atau turun sekitar 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama akibat penyusutan nilai aset tetap. Ekuitas juga menurun dari Rp857,7 miliar menjadi Rp777,9 miliar sejalan dengan rugi bersih tahun berjalan.
Sementara itu, total liabilitas meningkat tipis dari Rp1,5 triliun menjadi Rp1,55 triliun atau naik 1,3%, yang terutama berasal dari kenaikan beban akrual.
Baca Juga: Rugi RAAM Susut Jadi Rp54,3 Miliar, Siap Tambah 50 Bioskop Baru
Baca Juga: Pendapatan Turun, Rugi MDKA Bengkak Jadi USD62,06 Juta pada 2025
Baca Juga: Bengkak 746%, Rugi Mayapada Hospital (SRAJ) Tembus Rp199 Miliar di 2025
Perbaikan kinerja juga tercermin pada rasio keuangan. Current ratio perseroan meningkat signifikan menjadi 1,3 kali pada Desember 2025 dibandingkan 0,4 kali pada tahun sebelumnya, menunjukkan likuiditas yang semakin sehat.
Adapun debt to equity ratio (DER) tetap terjaga di level 2 kali, masih berada di bawah batas maksimum internal sebesar 2,5 kali. Sementara itu, debt to asset ratio tercatat 0,67 kali, sedikit meningkat dari posisi 0,64 kali pada 2024.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: