Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bengkak 746%, Rugi Mayapada Hospital (SRAJ) Tembus Rp199 Miliar di 2025

Bengkak 746%, Rugi Mayapada Hospital (SRAJ) Tembus Rp199 Miliar di 2025 Kredit Foto: Mayapada Hospital
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten pengelola Mayapada Hospital, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) sepanjang 2025 mencatat peningkatan pendapatan, tapi rugi justru membengkak. 

Sepanjang tahun lalu, SRAJ membukukan rugi bersih sebesar Rp199 miliar. Angka tersebut melonjak 746,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi Rp23,51 miliar. Dampaknya, rugi per saham dasar ikut membengkak menjadi Rp16,31 dari sebelumnya Rp1,96.

Padahal, dari sisi top line, perusahaan mencatat kinerja positif. Pendapatan bersih mencapai Rp2,58 triliun atau tumbuh 10,63 persen dari Rp2,34 triliun pada tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen rawat inap sebesar Rp2,08 triliun dan rawat jalan Rp1,41 triliun, dikurangi biaya jasa tenaga ahli senilai Rp912,13 miliar.

Secara geografis, wilayah Jabodetabek menjadi penyumbang utama dengan nilai Rp2,04 triliun, sementara luar Jabodetabek berkontribusi Rp545,24 miliar.

Namun, tekanan mulai terlihat dari sisi biaya. Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp1,53 triliun dari sebelumnya Rp1,42 triliun. Meski laba kotor masih tumbuh menjadi Rp1,05 triliun dari Rp916,44 miliar, lonjakan beban operasional menggerus profitabilitas secara signifikan.

Beban penjualan naik menjadi Rp53,94 miliar dari Rp44,77 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi melonjak tajam menjadi Rp922,33 miliar dari Rp689,15 miliar, menjadi salah satu faktor utama penekan kinerja. Alhasil, laba usaha turun drastis menjadi Rp85,48 miliar dari Rp157,74 miliar.

Di sisi lain, terdapat peningkatan pada pendapatan lainnya yang mencapai Rp17,7 miliar dari Rp10,75 miliar, serta penurunan beban lainnya menjadi Rp14,82 miliar dari Rp35,52 miliar. Namun, perbaikan ini belum cukup untuk menahan tekanan dari beban besar lainnya.

Faktor yang paling signifikan datang dari beban keuangan. Perusahaan mencatat beban keuangan sebesar Rp210,92 miliar yang sebelumnya nihil, terutama terkait amortisasi suku bunga efektif dan biaya transaksi surat utang.

Selain itu, beban lain-lain juga tercatat Rp176,63 miliar, naik dibanding Rp173,86 miliar pada periode sebelumnya. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama membengkaknya rugi bersih.

Baca Juga: Anjlok 15,52%, Laba Ramayana (RALS) Sisa Rp265,28 Miliar pada 2025

Baca Juga: Laba Emiten RS Hermina (HEAL) Turun 19% di 2025 Meski Pendapatan Naik, Ini Pemicunya

Dari sisi neraca, total aset meningkat menjadi Rp7,62 triliun dari Rp5,68 triliun. Namun, kenaikan ini diiringi lonjakan liabilitas menjadi Rp6,28 triliun dari Rp3,84 triliun. Sementara itu, ekuitas justru turun menjadi Rp1,33 triliun dari Rp1,83 triliun.

Secara keseluruhan, kinerja SRAJ menggambarkan situasi yang cukup kompleks. Pertumbuhan pendapatan memang masih terjaga, tetapi lonjakan beban, terutama dari sisi operasional dan keuangan, menjadi tantangan besar yang harus diatasi agar perusahaan bisa kembali ke jalur profitabilitas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri