Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DSSA Perkuat EBT dan AI, Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang

        DSSA Perkuat EBT dan AI, Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang Kredit Foto: DSSA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menegaskan arah strategi bisnis ke depan dengan mengintegrasikan sektor energi dan infrastruktur digital sebagai dua pilar utama pertumbuhan jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih dan akselerasi ekonomi berbasis data di Indonesia. 

        Perseroan memfokuskan pengembangan pada percepatan energi baru terbarukan (EBT), transformasi operasional pertambangan yang lebih berkelanjutan, serta ekspansi agresif infrastruktur digital yang menopang adopsi kecerdasan buatan (AI).

        Wakil Presiden Direktur DSSA, Lokita Prasetya, menyatakan strategi tersebut dijalankan secara bertahap guna menjaga stabilitas bisnis sekaligus mendorong transisi energi.

        “Kami menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (2/4/2026). 

        Dari sisi energi, DSSA tetap mempertahankan sektor ini sebagai fondasi bisnis dengan fokus pada efisiensi operasional dan praktik pertambangan berkelanjutan, termasuk elektrifikasi armada di lini operasional. Langkah ini dilakukan untuk menekan emisi sekaligus menjaga daya saing di tengah transisi energi global.

        Pada saat yang sama, perseroan mempercepat pengembangan portofolio EBT, khususnya panas bumi dan tenaga surya. DSSA telah mengoperasikan fasilitas produksi panel surya terintegrasi berkapasitas 1 GW di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Selain itu, melalui entitas anak, perseroan mengembangkan proyek panas bumi dengan potensi mencapai 440 MW di berbagai wilayah.

        Penguatan sektor energi tersebut menjadi bagian dari target jangka panjang DSSA untuk mencapai netralitas karbon pada 2050, sekaligus menjawab kebutuhan energi yang lebih ramah lingkungan.

        Infrastruktur Digital Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan

        Selain energi, DSSA secara paralel mempercepat ekspansi infrastruktur digital untuk menangkap peluang dari pertumbuhan ekonomi berbasis data.

        Perseroan saat ini mengoperasikan jaringan fiber optic sepanjang sekitar 57.000 kilometer, dengan lebih dari 9 juta homepass dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui layanan MyRepublic Indonesia. Skala ini menempatkan DSSA sebagai salah satu pemain signifikan dalam infrastruktur konektivitas nasional.

        CEO PT DSST Mas Gemilang, Marlo Budiman, menyatakan kebutuhan konektivitas yang merata menjadi peluang utama bagi ekspansi bisnis digital perseroan.

        “Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses,” ujarnya.

        DSSA juga mengembangkan infrastruktur data center nasional sebagai bagian dari strategi digital, termasuk 24 edge data center di 23 kota. Selain itu, perseroan tengah membangun fasilitas data center Tier-IV berbasis AI di Jakarta yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II/2026.

        Potensi pasar dinilai masih terbuka luas, mengingat sekitar 50 juta penduduk Indonesia belum mendapatkan akses internet optimal. Di sisi lain, nilai pasar telekomunikasi nasional diproyeksikan mencapai sekitar US$29 miliar.

        Direktur DSSA, David Audy, menilai kombinasi antara energi dan infrastruktur digital menjadi fondasi penting dalam mendukung adopsi AI di Indonesia.

        “Kami melihat peluang masa depan Indonesia yang akan banyak mengadopsi AI, yang ditopang oleh dua fondasi utama, yaitu energi yang andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata,” ujarnya.

        Menurutnya, DSSA berada dalam posisi strategis karena memiliki eksposur langsung pada dua sektor kunci tersebut, baik sebagai penyedia infrastruktur maupun sebagai pihak yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital.

        Baca Juga: Grup Sinarmas (DSSA) Siap Stock Split 1:25, Efektif Mulai 9 April!

        Baca Juga: Pendapatan Susut, Laba Emiten Grup Sinarmas (DSSA) Terpangkas 25% di 2025

        Baca Juga: IHSG Sesi I Turun 1,37% ke 7.039, DSSA, BRPT dan NCKL Top Losers LQ45

        Selain penguatan operasional, DSSA juga menyiapkan langkah korporasi untuk mendukung ekspansi, termasuk rencana stock split serta penjajakan kerja sama di sektor energi dan teknologi.

        Dengan strategi tersebut, perseroan mengarahkan pertumbuhan bisnis pada keseimbangan antara sektor energi sebagai basis stabilitas dan infrastruktur digital sebagai pendorong pertumbuhan baru.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: