Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tepis Isu 'Orang Dalam', Antam Perketat GCG dan Digitalisasi Emas

        Tepis Isu 'Orang Dalam', Antam Perketat GCG dan Digitalisasi Emas Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM), mengambil langkah tegas dalam memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) untuk memitigasi risiko intervensi ilegal pada lini bisnis logam mulia. Perseroan mengonfirmasi telah merombak total sistem pengawasan guna menepis narasi adanya praktik "orang dalam" melalui integrasi sistem yang dapat diaudit secara real-time.

        Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menegaskan bahwa seluruh rantai bisnis emas perseroan kini telah dipagari oleh ekosistem digital yang ketat. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap gram emas yang keluar masuk tercatat secara transparan dan tertutup dari celah manipulasi oknum internal.

        “Mengenai narasi isu orang dalam. Dapat kami sampaikan bahwa seluruh transaksi telah menggunakan sistem terintegrasi, tercatat, dapat diaudit, serta didukung dengan sidak rutin oleh kantor pusat,” tegas Untung Budiarto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR RI, Jakarta, dikutip Jumat, (3/4/2026).

        Untung menjelaskan, salah satu titik rawan yang selama ini menjadi sorotan adalah transparansi ketersediaan produk di butik emas. Untuk mengatasi hal tersebut, ANTM kini membuka akses informasi stok secara terbuka kepada publik guna menghindari praktik penyembunyian barang oleh petugas di lapangan.

        Baca Juga: PP Presisi Raih Proyek Bauksit Antam Rp870 Miliar, Mulai Jalan Kuartal II 2026

        “Stok emas ditampilkan secara real-time melalui sistem antrean dan kanal digital, serta dilakukan pengawasan rutin melalui inspeksi mendadak,” ujar Untung.

        Sebagai bagian dari strategi meminimalisir interaksi manusia yang berisiko menciptakan moral hazard, Antam juga mengakselerasi penggunaan teknologi otomasi dalam transaksi ritel. Perseroan mengandalkan mesin pembelian mandiri untuk memastikan proses yang lebih objektif.

        “Inovasi Antam Gold Machine atau ATM emas memungkinkan pembelian emas secara langsung oleh masyarakat, sekaligus mengurangi potensi intervensi manual,” tambahnya.

        Baca Juga: Anjlok Rp65 Ribu, Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp2.857.000 per Gram

        Pengetatan tata kelola ini menjadi krusial mengingat bisnis emas merupakan kontributor signifikan bagi kinerja keuangan perseroan. Hingga September 2025, Antam sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 6,6 triliun, melonjak tajam 197% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Manajemen ANTM optimistis bahwa dengan sistem yang transparan dan akuntabel, kepercayaan investor terhadap integritas korporasi akan semakin kokoh. Penguatan pengawasan melalui sidak rutin dan audit sistem diharapkan mampu menjaga stabilitas operasional emiten di tengah dinamika harga komoditas global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: