Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dibongkar Bos Telegram, Inilah Penyebab Gangguan Sistem Pembayaran Massal di Rusia

        Dibongkar Bos Telegram, Inilah Penyebab Gangguan Sistem Pembayaran Massal di Rusia Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pendiri Aplikasi Telegram, Pavel Durov mengungkapkan penyebab gangguan sistem pembayaran domestik yang baru-baru ini terjadi di Rusia. Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan buah upaya pemerintah memblokir Virtual Private Network (VPN).

        Durov menyoroti bagaimana pemerintah mencoba untuk membatasi akses internet seluler serta memperluas kewenangan untuk memutus komunikasi massal, termasuk memblokir layanan pesan instan dan VPN.

        Baca Juga: Bukan di Moskow, Rusia Ungkap Keberadaan Sosok Pemimpin Tertinggi Iran

        Namun kebijakan tersebut justru memunculkan masalah teknis yang belum sepenuhnya dijelaskan oleh otoritas Rusia. Gangguan tersebut dilaporkan menyebabkan gangguan luas pada aktivitas sehari-hari.

        Di Metro Moskow, penumpang sempat diizinkan masuk tanpa membayar karena sistem pembayaran tidak berfungsi. Sementara itu, sebuah kebun binatang terpaksa meminta pengunjung menggunakan uang tunai.

        Bank Terbesar Rusia, Sberbank, mengonfirmasi adanya gangguan teknis, namun tidak merinci penyebabnya. Hal ini mendorong puluhan juta warga untuk melakukan perlawanan digital terhadap pembatasan yang diberlakukan pemerintah.

        “Seluruh bangsa kini termobilisasi untuk menghindari pembatasan yang tidak masuk akal,” ujarnya.

        Pemerintah Rusia juga memperlambat akses ke Telegram. Rusia menuduh aplikasi tersebut telah disusupi oleh intelijen dari Ukraina dan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Namun Telegram membantah hal tersebut.

        Durov sendiri menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan upaya pemerintah setempat untuk memaksa masyarakat beralih ke aplikasi pesan lokal bernama MAX. Ia merupakan aplikasi didukung negara dan mulai diwajibkan di sekolah serta universitas.

        Sebelumnya, Rusia telah membatasi sebagian layanan panggilan dalam aplikasi dari Telegram dan WhatsApp. Pihaknya menilai kedua platform asing tersebut tidak memenuhi permintaan berbagi informasi dengan aparat penegak hukum dalam kasus penipuan dan terorisme.

        Regulator Komunikasi Rusia (Roskomnadzor) mengatakan kedua platform tersebut akan dibatasi untuk sementara waktu sampai keduanyanya mematuhi hukum dari Rusia.

        Baca Juga: WFH Diberlakukan, Komdigi Optimalkan Infrastruktur Telekomunikasi

        “Untuk memerangi pelaku kejahatan, langkah-langkah diambil untuk membatasi sebagian panggilan pada aplikasi pesan asing ini. Tidak ada pembatasan lain yang diberlakukan pada fungsionalitas mereka,” kata Roskomnadzor,

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: