Bisa Jangkau Amerika Serikat, Korea Utara Uji Mesin Terbaru untuk Rudal ICBM
Kredit Foto: Korean Central News Agency (KCNA)
Korea Utara kembali menunjukkan kemajuan teknologi militernya dengan menguji mesin roket bahan bakar padat yang diduga dirancang untuk rudal balistik antarbenua (ICBM). Hal tersebut menjadi sorotan dari Korea Selatan.
Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) menilai mesin baru tersebut memiliki daya dorong lebih besar dibandingkan model sebelumnya yang diuji pada 2024. Hal ini tak hanya bisa mengancam negaranya namun juga hingga Amerika Serikat.
Baca Juga: Intelijen Korea Selatan Bongkar Siapa Penerus Kim Jong Un di Korea Utara
Menurutnya, mesin sebelumnya sudah dinilai mampu menjangkau seluruh wilayah daratan dari Washington. Dengan peningkatan terbaru, rudal itu berpotensi membawa beban lebih berat, termasuk kemungkinan beberapa hulu ledak sekaligus.
Diketahui, Pyongyang melakukan uji coba rudal jarak jauh dengan lintasan tinggi (lofted trajectory), sehingga jatuh di laut di Semenanjung Korea. Metode ini digunakan untuk menguji kemampuan tanpa harus menempuh jarak maksimal yang sebenarnya.
Media Korea Utara juga menampilkan rangka rudal berbahan serat karbon, material yang ringan namun kuat, sehingga memungkinkan peningkatan kapasitas muatan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia secara konsisten meningkatkan kemampuan rudalnya, baik dari sisi jangkauan, akurasi, maupun kapasitas hulu ledak.
Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dilaporkan hadir langsung dalam uji coba dan menyebutnya sebagai peningkatan signifikan bagi kekuatan strategis negaranya. Ia sendiri baru-baru ini mengungkapkan performa serta sistem perlindungan aktif kendaraan tempur dari Korea Utara.
Kim menyampaikan kepuasan atas hasil uji coba yang dinilai menunjukkan kemampuan tempur tank tersebut secara nyata. Ia menegaskan bahwa tank generasi baru tersebut memiliki sistem pertahanan aktif yang mampu menghancurkan hampir semua jenis senjata anti-tank yang ada saat ini.
Kim bahkan mengklaim tidak ada tank di dunia yang dapat menandingi kemampuan kendaraan tempur tersebut. Ia mendasari pernyataan tersebut usai menyoroti efektivitas sistem perlindungan aktif terhadap serangan dari berbagai arah.
Korea Utara menyebut bahwa hasil uji coba menunjukkan tingkat keberhasilan hingga seratus persen dalam menangkal ancaman anti-tank. Pengembangan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan serangan strategis dari Pyongyang.
Adapun Kim Jong Un juga dilaporkan mengunjungi fasilitas pelatihan pasukan khusus serta mengawasi uji mesin roket berbahan bakar padat. Mesin terbaru tersebut memiliki daya dorong hingga 2.500 kN. Ia menjadi bagian dari rencana pengembangan pertahanan nasional dalam kerangka rencana lima tahun terbaru.
Baca Juga: Dibombardir Amerika Serikat, Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Tewas
Langkah Korea Utara ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi militernya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korea Selatan. Demonstrasi kemampuan militer, termasuk tank dan teknologi roket, menjadi sinyal bahwa mereka terus mengembangkan kekuatan pertahanannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar