Kim Jong Un: Korea Utara Akan Operasikan Dua Kapal Perang Baru Setiap Tahunnya
Kredit Foto: Korean Central News Agency (KCNA)
Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal jelajah strategis dan rudal anti-kapal sebagai bagian dari pengujian operasional kapal perusak kelas dari Choe Hyon. Hal ini berpotensi menambah ketegangan di Semenanjung Korea.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dilaporkan langsung menyaksikan uji coba tersebut bersama pejabat pertahanan dan komandan angkatan laut.
Baca Juga: Wapresnya Trump: Iran Belum Percaya Komitmen Negosiasi Amerika Serikat
Dalam uji coba tersebut, dua rudal jelajah strategis diluncurkan bersama dengan penembakan tiga rudal anti-kapal. Pengujian itu bertujuan untuk memeriksa sistem komando senjata terintegrasi, melatih awak kapal dalam prosedur peluncuran hingga menguji akurasi dan ketahanan sistem navigasi terhadap gangguan eksternal.
Korea Utara menyebut rudal tersebut berhasil mencapai target dengan akurasi ultra-presisi. Rudal jelajah dilaporkan terbang selama sekitar 7.869 hingga 7.920 detik. Sementara rudal anti-kapal dilaporkan terbang 1.960 hingga 1.973 detik. Uji coba dilakukan di perairan lepas pantai barat dari Pyongyang.
Kim juga menerima laporan terkait pembangunan dua kapal perusak tambahan dan pengembangan kapal generasi berikutnya. Hal ini menandakan negara tersebut tengah mempersiapkan kapal ketiga dan keempat dari Choe Hyon.
Kim menegaskan bahwa penguatan kemampuan nuklir tetap menjadi prioritas utama. Ia juga menyerukan peningkatan kemampuan serangan strategis dan taktis dan lesiapan respons cepat militer dari Korea Utara.
Korea Utara sendiri terus mempercepat pengembangan militernya. Rencana Pyongyang mencakup membangun dua kapal perang tambahan pada tahun ini dan mengoperasikan dua kapal baru setiap tahun.
Langkah ini dinilai sebagai upayanya memanfaatkan kondisi global untuk mempercepat pengembangan kemampuan nuklir dan sistem persenjataan. Uji coba terbaru ini berpotensi meningkatkan ketegangan di Asia Timur.
Sebelumnya, Korea Utara kembali menguji berbagai sistem persenjataan baru, termasuk hulu ledak bom klaster pada rudal balistik dan senjata elektromagnetik, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan perang modern. Hal ini menjadi ancaman terbaru untuk kedamaian dari Semenangjung Korea.
Uji coba ini dilakukan oleh Akademi Ilmu Pertahanan Korea Utara. Salah satu pengujian melibatkan rudal taktis permukaan-ke-permukaan Hwasongpho-11 Ka. Ia dilengkapi hulu ledak bom klaster dan diklaim mampu menghancurkan target dalam area luas hingga sekitar 7 hektare.
Korea Utara juga menguji sistem senjata elektromagnetik yang berpotensi melumpuhkan perangkat elektronik militer lawan. Teknologi ini dinilai mampu mengganggu sistem canggih seperti jet tempur siluman dan kapal perang berbasis sistem radar modern.
Baca Juga: China Puji Korea Utara, Maju Walau Diblokade Amerika Serikat
Pyongyang juga menguji bom berbahan serat karbon yang dapat merusak infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dengan menyebarkan material konduktif. Jenis senjata ini sebelumnya telah dikembangkan oleh negara maju seperti Amerika Serikat dan China.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement