Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan Turun, Harta Djaya Karya (MEJA) Tekor Rp21,6 Miliar pada 2025

        Penjualan Turun, Harta Djaya Karya (MEJA) Tekor Rp21,6 Miliar pada 2025 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang memburuk. Perseroan mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp21,6 miliar, berbalik dari laba Rp2,5 miliar pada 2024. Dampaknya, rugi per saham ikut berubah menjadi Rp10,88 dari sebelumnya positif Rp1,35.

        Penurunan kinerja ini sejalan dengan merosotnya penjualan bersih menjadi Rp28,07 miliar dari Rp47,15 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut terutama berasal dari segmen konstruksi sebesar Rp16,78 miliar, turun dari Rp35,93 miliar dan interior Rp11,28 miliar, dari Rp11,21 miliar. 

        Di sisi biaya, beban pokok penjualan tercatat Rp27,98 miliar, turun dari Rp31,58 miliar. Namun, penurunan ini belum mampu menahan tekanan terhadap profitabilitas, tercermin dari laba kotor yang anjlok drastis menjadi hanya Rp93,28 juta dari Rp15,56 miliar.

        Sementara itu, beban penjualan tercatat nihil dari sebelumnya Rp46,41 juta. Beban administrasi sedikit menurun menjadi Rp8,1 miliar dari Rp8,22 miliar.

        Perseroan mencatat rugi usaha Rp8,01 miliar, berbalik dari laba usaha Rp7,29 miliar di tahun sebelumnya. Tekanan terbesar terlihat dari beban lain-lain yang melonjak Rp13,2 miliar dari Rp3,77 miliar. 

        Baca Juga: Tender Wajib MEJA Dibuka, Harga Dipatok Rp66 per Saham

        Baca Juga: MEJA Bakal Tebar Saham Bonus Rasio 6:1, Terbitkan 372,58 Juta Lembar

        Dari sisi neraca, total aset MEJA turun menjadi Rp88,7 miliar dari Rp110,7 miliar. Kewajiban juga menurun menjadi Rp25,12 miliar dari Rp26,95 miliar. Sementara itu, ekuitas menyusut cukup dalam menjadi Rp63,58 miliar dari Rp83,74 miliar.

        Kinerja ini mencerminkan tekanan signifikan pada lini pendapatan, terutama dari segmen konstruksi yang menjadi kontributor utama Perseroan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: