Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DPRD DKI Minta WFH bagi ASN di Jakarta Baiknya Digeser Hari Rabu Biar Tidak Ada Liburan Long Weekend Terselubung

        DPRD DKI Minta WFH bagi ASN di Jakarta Baiknya Digeser Hari Rabu Biar Tidak Ada Liburan Long Weekend Terselubung Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, menyoroti penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

        Ia berharap langkah strategis ini dapat berdampak signifikan dalam menekan angka subsidi dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

        Menurut Kevin, kebijakan WFH tersebut merupakan bentuk tindak lanjut langsung atas imbauan pemerintah pusat untuk efisiensi energi, khususnya dari sektor transportasi harian yang padat di ibu kota.

        Meski mendukung penuh inisiatif tersebut, Kevin memberikan catatan kritis terkait pemilihan hari. Ia mengusulkan agar jadwal penerapan WFH dipertimbangkan untuk digeser ke pertengahan pekan, yakni pada hari Rabu.

        Baca Juga: Resmi Berlaku, Gubernur Pramono Teken Aturan WFH 25-50 Persen bagi ASN DKI Jakarta

        Alasannya, penetapan WFH pada hari Jumat dinilai sangat rentan disalahgunakan oleh para pegawai sebagai ajang untuk memperpanjang libur akhir pekan (long weekend).

        "Jangan sampai WFH ini disalahgunakan menjadi libur panjang. Dengan infrastruktur yang sudah baik, dua hari libur saja orang sudah bisa ke luar kota, apalagi jika ditambah WFH setiap Jumat," tegasnya.

        Kevin menekankan pentingnya evaluasi berkala. Hal ini mengingat adanya pandangan dari sejumlah pakar yang meragukan bahwa penerapan WFH di hari Jumat dapat memberikan dampak penurunan konsumsi energi yang masif. 

        Ia pun meminta agar Pemprov DKI melakukan evaluasi berbasis data dalam dua bulan ke depan untuk melihat apakah kebijakan ini benar-benar terbukti mengurangi beban subsidi BBM.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: