Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari Durian hingga Walet, Komoditas Unggulan RI Jadi Sorotan di Forum China

        Dari Durian hingga Walet, Komoditas Unggulan RI Jadi Sorotan di Forum China Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapat perhatian besar dalam forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026.

        Komoditas tersebut antara lain durian, manggis, buah naga, serta sarang burung walet, yang saat ini telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan pasar China.

        Menurutnya, tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut membuka peluang luas bagi pengusaha UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas ekspor.

        "Kebutuhan durian di China sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen. Ini menjadi peluang untuk mendorong pengusaha UMKM, khususnya sektor musiman seperti petani durian, agar naik kelas," ucapnya, dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM, Rabu (8/4).

        Lebih lanjut, Menteri Maman menegaskan bahwa penguatan kerja sama tidak hanya berfokus pada distribusi produk, tetapi juga mencakup integrasi sistem digital.

        Selain itu, Kementerian UMKM juga akan menyiapkan penguatan kapasitas sumber daya manusia agar bisa mengadopsi pengembangan UMKM di China.

        “Ke depan, kami akan berfokus pada integrasi data dan digitalisasi melalui SAPA UMKM, sekaligus menyiapkan SDM untuk mempelajari kebijakan pengembangan UMKM di sana,” ujar Menteri Maman.

        Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga mendorong penyelesaian sejumlah kendala ekspor, termasuk tertahannya produk sarang burung walet Indonesia di bea cukai China.

        “Kami telah berkomunikasi dengan otoritas terkait di China untuk mencari solusi atas kendala tersebut agar arus ekspor dapat kembali lancar,” katanya.

        Ia menambahkan, pembukaan akses pasar China harus diiringi dengan pemenuhan standar dan regulasi yang berlaku. Untuk itu, kedua negara sepakat membentuk tim bersama guna mempercepat harmonisasi persyaratan teknis bagi produk UMKM Indonesia.

        “Kami sepakat membentuk tim bersama untuk mempercepat penyesuaian persyaratan agar produk UMKM Indonesia semakin mudah masuk ke pasar China,” ujar Menteri Maman.

        Baca Juga: Lebih dari 1,4 Juta Tenaga Kerja, Industri Pulp dan Kertas Jadi Pilar Manufaktur Nasional

        Baca Juga: Kerja Sama KKP–JICA: Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan SDM Perikanan Jepang

        Sebagai tindak lanjut, kerja sama ini akan memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan nota kesepahaman pada pertemuan negara-negara APEC khusus UMKM di China pada September 2026.

        Kementerian UMKM optimistis langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar global, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi perekonomian nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: