- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Biochem by Prasetia Kenalkan Solusi Penyerbukan Sawit 'Protecrop' untuk Optimalkan Produktivitas Sawit di 2nd TKS 2026
Kredit Foto: Istimewa
Meningkatnya kebutuhan industri kelapa sawit di Indonesia membuat tantangan dalam menjaga produktivitas perkebunan semakin kompleks. Berbagai upaya telah dilakukan perusahaan, mulai dari penggunaan benih unggul hingga optimalisasi pemupukan. Namun, di balik strategi tersebut terdapat satu faktor penting yang kerap luput dari perhatian, yakni proses penyerbukan.
Dalam praktiknya, penyerbukan yang tidak optimal dapat menyebabkan fruit set yang rendah, distribusi buah yang tidak merata, hingga hasil panen yang belum mencapai potensi maksimal. Padahal, proses penyerbukan memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas dan kuantitas produksi kelapa sawit.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Biochem by Prasetia akan berpartisipasi dalam ajang 2nd Teknis Kelapa Sawit, Pameran & Field Trip 2026 yang akan digelar pada 28-29 April 2026 untuk sesi konferensi dan pameran, serta 30 April 2026 untuk kegiatan kunjungan lapangan. Kegiatan ini berlangsung di Mercure Pangkalan Bun.
Acara tersebut menjadi forum strategis bagi pelaku industri kelapa sawit untuk berbagi wawasan, mengenal teknologi terbaru, serta mengeksplorasi berbagai solusi guna meningkatkan produktivitas perkebunan. Dalam kesempatan ini, Biochem by Prasetia akan menghadirkan Protecrop, solusi berbasis bioteknologi yang dirancang untuk membantu meningkatkan efektivitas penyerbukan dan mengoptimalkan hasil panen kelapa sawit.
Protecrop Synomon Artech merupakan atraktan berbasis minyak atsiri yang diformulasikan untuk menarik kumbang penyerbuk utama kelapa sawit, yaitu Elaeidobius kamerunicus. Dengan meniru aroma bunga kelapa sawit, produk ini mampu mengundang dan meratakan populasi kumbang penyerbuk, meningkatkan frekuensi penyerbukan hingga ke lapisan terdalam tandan, serta mendukung proses penyerbukan yang lebih efektif dan konsisten.
Melalui mekanisme alami tersebut, Protecrop diharapkan dapat membantu memaksimalkan potensi produksi kelapa sawit. Berdasarkan hasil uji coba pada tanaman kelapa sawit, penggunaan Protecrop tercatat mampu meningkatkan berat janjang rata-rata (BJR) sebesar 13,38 persen setelah aplikasi pertama dan hingga 18,89 persen setelah aplikasi kedua. Selain itu, penggunaan produk ini juga dilaporkan meningkatkan populasi kumbang penyerbuk secara signifikan dibandingkan area tanpa perlakuan.
Dari sisi operasional, Protecrop disebut memiliki penggunaan yang praktis, yakni cukup empat unit per hektare dengan daya tahan hingga 60 hari. Hal ini menjadikannya salah satu alternatif solusi untuk mendukung produktivitas kebun dalam jangka waktu lebih panjang.
Baca Juga: Saat Dunia Krisis, Presiden Prabowo Andalkan Sawit untuk Jadi Avtur
Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik perkebunan yang berkelanjutan, pendekatan yang digunakan dalam meningkatkan produktivitas juga menjadi perhatian penting. Protecrop hadir dengan bahan aktif berbasis minyak atsiri yang dinilai lebih ramah lingkungan karena memberikan pendekatan alami tanpa menambah beban bahan kimia berlebih pada ekosistem perkebunan.
Partisipasi Biochem by Prasetia dalam forum industri tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi sektor kelapa sawit agar lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Pengunjung pameran dapat menemui tim perusahaan di booth J8 dan J9 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai teknologi penyerbukan dan solusi peningkatan hasil panen berbasis bioteknologi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: