Tenaga Kerja Ekraf Tembus 27,4 Juta, Pemerintah Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi
Kredit Foto: Dok. Kemenekraf
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja sektor ekonomi kreatif telah melampaui target dengan mencapai 27,4 juta pekerja. Mayoritas tenaga kerja tersebut berasal dari generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan kreativitas.
Melihat peluang tersebut, Kementerian Ekraf bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi memperkuat pendidikan vokasi. Langkah ini dinilai strategis untuk menjawab tantangan pengangguran usia muda sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Ekraf dalam pertemuan dengan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (8/4/2026), membahas sinergi antar kementerian dalam bidang pendidikan vokasi dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Saat ini, tenaga kerja sektor ekraf yang ditargetkan 25,5 juta jiwa sudah mencapai 27, 4 juta pekerja. Mereka mayoritas berasal dari generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan kreativitas (digital natives). Dengan demikian, kami melihat ada peluang bagaimana mengurangi pengangguran dengan membekali tenaga pendidik yang kompetensinya terkait industri kreatif bisa didukung bersama,” ungkap Menteri Ekraf, dikutip dari siaran pers Kementerian Ekraf, Kamis (9/4).
Lebih lanjut, Menteri Ekraf menambahkan bahwa kolaborasi dengan Kemendikdasmen menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem talenta sejak bangku pendidikan. Pada pertemuan hari ini, ada dua poin pembahasan potensi kolaborasi yang dibicarakan yaitu modul dan bahan ajar ekraf untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta beasiswa sinergi akselerasi talenta unggul.
“Kami mohon masukan terkait pengembangan modul dan bahan ajar ekonomi kreatif untuk SMK lintas subsektor sehingga bisa mencapai peningkatan kapasitas guru, sertifikasi siswa jalur vokasi, serta pertukaran praktisi. Kemudian, kami ingin ada sinergi beasiswa yang berpotensi mempercepat pengembangan talenta ekraf melalui pengalaman global, peningkatan keterampilan, hingga akses magang maupun residensi bagi talenta yang unggul,” tambah Menteri Ekraf.
Kemendikdasmen pun mengharapkan inisiasi tindak lanjut kerja sama segera diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang dengan fokus pada beberapa SMK percontohan di berbagai daerah. Sinergi ini menjadi langkah optimis yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus menekan angka pengangguran kalangan generasi muda.
“Kami sudah memiliki ‘rumahnya’ di SMK, tetapi tantangan berikutnya seperti apa karya atau produk kreatif siswa dapat dipasarkan secara luas dan memiliki nilai ekonomi sehingga membutuhkan marketing. Hal lain, kami juga ingin difasilitasi dari sisi pembangunan jiwa entrepreneurship karena misi kami mendorong tiap SMK punya orientasi lulusan BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha),” ujar Abdul Mu’ti.
Baca Juga: Wamen Ekraf Siapkan Kurikulum Kreatif Sejak Dini, Gandeng HoYoverse Perkuat Ekosistem
Baca Juga: Capaian TLRHP 90 Persen, Kementerian Ekraf Diganjar Penghargaan BPK
Diskusi semakin menarik karena kedua belah pihak juga menyepakati sinergi program beasiswa dan magang, termasuk akses peluang internasional. Selain itu, pilot project penguatan subsektor ekraf unggulan seperti kuliner, gim, aplikasi, musik, dan animasi dianggap sudah sejalan dengan jurusan-jurusan dalam pendidikan vokasi.
“Banyak SMK sekarang yang program keahliannya beririsan dengan industri kreatif seperti kuliner, fesyen, animasi, musik, dan gim. Ini menunjukkan bahwa arah kebijakan penguatan vokasi berbasis ekonomi kreatif sudah sejalan dengan minat generasi muda,” terang Abdul Mu’ti.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: