Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dugaan Menu Bermasalah di Program MBG, Dapur Langsung Diperiksa

        Dugaan Menu Bermasalah di Program MBG, Dapur Langsung Diperiksa Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan masalah kualitas makanan yang diterima siswa di Kabupaten Cianjur. Pemerintah daerah pun langsung bergerak untuk memastikan program tersebut tetap berjalan sesuai standar.

        Inspeksi mendadak dilakukan oleh tim gabungan ke salah satu dapur penyedia layanan gizi, menyusul beredarnya video yang memperlihatkan menu tidak layak konsumsi. Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk menelusuri kebenaran informasi yang viral di media sosial.

        Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Made Setiawan menyatakan bahwa pihaknya menemukan sejumlah aspek teknis yang perlu segera dibenahi. Temuan tersebut berkaitan dengan fasilitas pendukung yang belum memenuhi ketentuan operasional.

        “Kami berkomitmen untuk menjalankan program strategis nasional supaya berjalan dengan baik, ketika ada temuan kami minta segera diperbaiki,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

        Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam sidak tersebut meliputi pengelolaan instalasi limbah, area pengemasan, hingga fasilitas pencucian. Perbaikan pada aspek tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan yang didistribusikan.

        Di sisi lain, video yang beredar luas di media sosial masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. Pihak terkait belum mengambil kesimpulan akhir karena investigasi masih berjalan.

        Menurut penjelasan pengelola dapur, dugaan makanan tidak layak hanya ditemukan pada satu porsi dari total ribuan yang didistribusikan pada hari yang sama. Secara keseluruhan, jumlah makanan yang disalurkan mencapai 2.799 porsi untuk para siswa.

        Koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Cianjur Sirojudin menyebut pihaknya masih menunggu laporan resmi sebelum mengambil langkah lanjutan. Pemeriksaan lapangan akan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

        “Kami masih menunggu laporan dari Kepala SPPG dan melakukan pengecekan ke lapangan, kami segera melaporkan ke pusat untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran setelah dilakukan investigasi,” katanya.

        Proses ini menjadi bagian dari mekanisme pengawasan program.

        Kasus ini mencuat setelah video yang beredar menunjukkan dugaan adanya belatung dalam makanan yang diterima siswa di salah satu sekolah dasar. Temuan tersebut membuat sebagian siswa memilih tidak mengonsumsi makanan yang dibagikan.

        Pemerintah daerah menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Evaluasi menyeluruh dilakukan agar kualitas makanan tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat tidak menurun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: