Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wapres JD Vance Balik ke Amerika, Negosiasi AS-Iran Masih Buntu

        Wapres JD Vance Balik ke Amerika, Negosiasi AS-Iran Masih Buntu Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memutuskan kembali ke Washington setelah negosiasi panjang dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan, menandakan kebuntuan dalam upaya damai kedua negara.

        Awalnya, sempat muncul optimisme dari pihak mediator, Pakistan, terkait perundingan antara AS dan Iran saat itu.

        Seorang pejabat Pakistan sebelumnya menyebut, “Saya dapat mengatakan bahwa diskusi berjalan positif dan suasana secara keseluruhan ramah.”

        Namun, setelah jeda pertemuan, suasana dilaporkan menjadi tidak stabil.

        “Terjadi perubahan suasana hati dari kedua belah pihak. Suhu naik turun selama pertemuan,” ujar sumber lain.

        Vance mengungkapkan bahwa delegasi Amerika Serikat telah keluar dari ruang perundingan usai pembicaraan intens selama sekitar 21 jam. Ia menegaskan bahwa hasil yang diharapkan belum tercapai.

        “Ada kekurangan dalam pembicaraan dan bahwa Iran telah memilih untuk tidak menerima syarat dari AS,” ujar Vance kepada Wartawan, Minggu (12/4/2026).

        Perundingan ini menjadi momen penting karena merupakan pertemuan tatap muka pertama antara kedua negara sejak Revolusi Islam 1979.

        Dialog dimulai setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata beberapa hari sebelumnya, dengan Pakistan berperan sebagai mediator.

        Kebuntuan ini terutama dipicu oleh perbedaan mendasar, termasuk tuntutan Amerika Serikat agar Iran menghentikan pengembangan senjata nuklir. Namun, Iran disebut tidak menerima syarat tersebut, sehingga kesepakatan tidak tercapai.

        Baca Juga: Berlangsung 15 Jam, Begini Hasil Negosiasi AS dan Iran di Pakistan

        Baca Juga: Syarat Negosiasi, Iran Terus Awasi Gencatan Senjata Lebanon dan Israel

        Di sisi lain, Pemerintah Iran menyatakan pembicaraan belum sepenuhnya berakhir. Namun, mereka mengakui masih ada sejumlah perbedaan pendapat yang belum terselesaikan.

        Sejumlah isu krusial turut membayangi perundingan, termasuk pencairan aset Iran di luar negeri, kendali atas Selat Hormuz, hingga tuntutan gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk Lebanon.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: