Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Serang Pangkalan Militer AS, Diduga Kuat di Kuwait

Iran Serang Pangkalan Militer AS, Diduga Kuat di Kuwait Kredit Foto: Reuters/WANA/Iranian Army
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mengklaim telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) sebagai balasan atas serangan yang dilakukan AS di dekat Bandar Abbas. Pernyataan tersebut disampaikan Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Kamis (28/5) melalui media pemerintah Iran, IRIB.

Menurut IRGC, serangan dilakukan setelah militer AS menyerang lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara pada pagi hari. Garda Revolusi menyebut pangkalan udara AS yang menjadi sumber serangan itu kemudian menjadi sasaran serangan balasan pada pukul 04.50 waktu setempat.

Meski tidak mengungkap lokasi pangkalan yang ditargetkan, serangan tersebut diduga mengarah ke pangkalan AS di Kuwait. Sebab, sebelumnya Kuwait mengabarkan telah merespons ancaman rudal dan pesawat tanpa awak pada Kamis dini hari.

Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat setelah AS untuk kedua kalinya dalam tiga hari menyerang Iran. Pihak AS menyebut operasi tersebut sebagai tindakan pertahanan untuk menjaga gencatan senjata yang masih rapuh. Sebaliknya, Iran menilai serangan itu sebagai pelanggaran besar terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak awal April.

Sebelumnya, militer AS menyatakan telah menembak jatuh empat drone Iran dan menyerang pusat kendali drone di kota pelabuhan Bandar Abbas pada Rabu. Operasi itu dilakukan untuk mencegah peluncuran drone kelima yang dianggap mengancam kawasan sekitar Selat Hormuz.

Seorang pejabat AS mengatakan langkah tersebut bersifat terukur dan murni defensif. Menurutnya, operasi militer dilakukan untuk menjaga stabilitas gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Sebelum serangan terbaru itu, Pentagon juga mengungkap bahwa pada Senin (25/5/2026) malam militer AS menargetkan lokasi peluncuran rudal Iran dan kapal peletak ranjau yang dinilai mengancam pasukan AS serta jalur pelayaran.

Sementara itu, Iran juga melaporkan telah melepaskan tembakan peringatan terhadap empat kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin. Menurut IRIB, kapal-kapal tersebut telah diberikan peringatan terlebih dahulu, namun tetap melanjutkan pelayaran hingga akhirnya pasukan Iran melepaskan tembakan peringatan yang membuat kapal-kapal itu berbalik arah.

Meski menuduh AS melanggar gencatan senjata, pemerintah Iran mengisyaratkan masih terbuka untuk perundingan. Namun rangkaian serangan dan aksi balasan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan situasi keamanan di kawasan masih sangat rentan terhadap eskalasi lebih lanjut.

Baca Juga: Pangkalan AS Diserang Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak Lebih dari 3%

Ketegangan yang kembali memanas juga berdampak pada pasar energi global. Harga minyak dunia naik pada Kamis setelah serangan terbaru AS terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Minyak mentah Brent tercatat naik hampir 2 persen menjadi 96,13 dolar AS per barel, sementara minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), naik 1,75 persen menjadi 90,23 dolar AS per barel. Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga minyak sempat turun akibat harapan tercapainya kesepakatan yang dapat mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: