Olahraga Raket Tumbuh Pesat, Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026: Bali Jadi Episentrum Baru di Indonesia
Kredit Foto: Istimewa
Tren pertumbuhan cabang olahraga raket menunjukkan perkembangan yang positif secara global dalam beberapa tahun terakhir. Tenis masih menjadi salah satu olahraga paling populer di dunia, sementara padel mengalami ekspansi cepat dengan Asia Tenggara sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru.
Di sisi lain, pickleball terus berkembang di Amerika Serikat, Eropa, hingga kawasan Asia dan Australia, sedangkan squash juga mencatat peningkatan perkembangan di berbagai negara.
Di Indonesia, Bali muncul sebagai salah satu episentrum pertumbuhan olahraga raket. Hal ini didorong oleh kombinasi faktor demografis dan ekonomi, seperti tingginya populasi usia produktif, meningkatnya kelas menengah dan atas, serta posisinya sebagai destinasi pariwisata global.
Dalam ekosistem tersebut, Liga.Tennis berkembang sebagai salah satu platform olahraga raket di Tanah Air. Berawal dari Bali sejak sembilan tahun lalu, Liga.Tennis baru saja merilis laporan industri bertajuk "Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026" yang merangkum tren olahraga raket berdasarkan data aktivitas pengguna sepanjang Januari-Desember 2025.
Laporan tersebut disusun dari hampir 100.000 pengguna yang tersebar di tujuh klub Liga.Tennis. Hasilnya menunjukkan bahwa tenis mencatat tingkat okupansi rata-rata tertinggi sebesar 80 persen, diikuti padel 75 persen, dan pickleball 41 persen.
Okupansi tertinggi tenis mencapai 92 persen di klub Umalas, sementara padel mencatat 82 persen di klub Sanur. Adapun squash memiliki tingkat okupansi sebesar 18 persen dan berperan sebagai olahraga pelengkap dengan karakter permainan yang lebih teknikal.
Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov, menyebut adanya perubahan pola partisipasi olahraga yang semakin mengarah pada aktivitas berbasis komunitas. “Kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola partisipasi olahraga, di mana aktivitas berbasis komunitas dan pengalaman sosial menjadi semakin dominan. Melalui laporan ini, kami ingin memberikan insight yang relevan bagi pelaku industri, investor, maupun komunitas olahraga,” ujarnya.
Meski tenis masih menjadi olahraga dengan tingkat pemesanan tertinggi, padel dinilai sebagai mesin pertumbuhan dalam ekosistem Liga.Tennis. Karakternya yang sosial dan mudah diakses dinilai efektif dalam menarik pemain baru serta meningkatkan frekuensi bermain.
Dari sisi demografi, kelompok usia muda menjadi motor utama pertumbuhan. Partisipasi tertinggi berasal dari usia 21-40 tahun, terutama pada tenis sebesar 65,31 persen dan padel 58,30 persen. Sementara itu, squash menunjukkan distribusi yang lebih seimbang antara pemain muda dan paruh baya, sedangkan pickleball memiliki variasi usia paling beragam.
Dari sisi perilaku, tenis dimainkan sepanjang hari dengan puncak aktivitas pada pukul 08.00–20.00. Adapun padel menunjukkan pola penggunaan tinggi pada pagi dan malam hari, terutama setelah jam kerja hingga pukul 21.00, mencerminkan karakter yang lebih sosial dan fleksibel. Rata-rata pengeluaran pengguna tercatat sebesar Rp400.000 per kunjungan, dengan tambahan sekitar Rp50.000 untuk konsumsi.
Secara komposisi, pengguna Liga.Tennis didominasi oleh pemain lokal, dengan partisipasi ekspatriat dari berbagai negara seperti Rusia, Australia, China, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Dari sisi gender, pengguna terdiri atas 57,3 persen laki-laki dan 42,7 persen perempuan, dengan kelompok usia 31–40 tahun sebagai kontributor terbesar.
Sebagai operator dan pengembang ekosistem olahraga raket, Liga.Tennis menghadirkan fasilitas lengkap mulai dari lapangan, kelas pelatihan, hingga turnamen dan aktivitas komunitas. Hingga 2025, perusahaan telah menyelenggarakan 687 turnamen, termasuk Liga.Tennis Open dan World Pickleball Championship yang menarik peserta domestik dan internasional.
Pendekatan berbasis komunitas tersebut turut mendorong kinerja bisnis perusahaan. Pada periode 2024–2025, Liga.Tennis mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 35 persen, dengan margin laba bersih mencapai 31 persen dan pertumbuhan laba bersih sebesar 105 persen secara tahunan.
Baca Juga: WNA Bisa Jadi Peserta JKN, Ini Kata Dirut BPJS Kesehatan
Ke depan, Liga.Tennis membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor, untuk pengembangan lokasi baru. Perusahaan menargetkan return on investment (ROI) sebesar 25–35 persen per tahun serta ekspansi hingga 77 klub dalam 10 tahun mendatang. Didukung oleh aset digital seperti Liga App dengan hampir 100.000 pengguna, ekspansi ke pasar regional, khususnya Asia Tenggara, juga tengah disiapkan.
“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan akan ruang sosial berkualitas, kami optimistis olahraga raket akan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling dinamis dalam beberapa tahun ke depan,” tutup Dima.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: