Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kecam Paus Leo, Aksi Trump Bikin Sekutu Amerika Serikat Jengah

        Kecam Paus Leo, Aksi Trump Bikin Sekutu Amerika Serikat Jengah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Italia mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal ini terkait dengan kecaman sang presiden terhadap Pope Leo XIV. Hal itu membuat sekutunya jengah, termasuk Roma.

        Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni menyebut komentar sang presiden sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Menurutnya, wajar jika seorang tokoh religius menentang perang, termasuk perang dari Iran dan Amerika Serikat.

        Baca Juga: Bela Paus Leo, Presiden Iran Kecam Trump: Dia Sudah Menistakan Agama

        “Paus adalah pemimpin Gereja Katolik. Wajar jika ia menyerukan perdamaian serta mengutuk segala bentuk perang,” ujar Meloni.

        Meloni dikenal memiliki hubungan dekat dengan Trump. Ia bahkan menjadi satu-satunya pemimpin dari kawasan euro yang menghadiri pelantikan Trump di 2025. Namun, kontroversi ini memicu reaksi keras terhadap sekutu dari Trump di Italia.

        Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini yang dikenal juga sebagai sosok yang dekat dengan Trump. Namun ia ikut kesal dengan kecaman sang presiden terhadap Paus Leo.

        “Jika ada satu sosok yang berjuang untuk perdamaian, itu adalah Paus Leo. Menyerangnya tidak bijak,” katanya.

        Sementara Mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresif yang jarang terjadi dalam sejarah modern. Sebagai Uskup Roma dan pemimpin spiritual bagi jutaan umat beragama, sang paus sangatlah dihormati. Hal ini membuat politisi dari berbagai spektrum enggan berseberangan dengannya.

        Adapun Pejabat Vatikan, Antonio Spadaro buka suara terkait serangan dari Trump. Menurutnya, kecaman tersebut justru menunjukkan besarnya pengaruh Paus.

        “Jika Paus tidak relevan, ia tidak akan diserang. Ini menunjukkan kata-katanya memiliki makna,” ujarnya.

        Diketahui, Paus Leo XIV dalam beberapa waktu terakhir memang dikenal vokal menentang perang, termasuk konflik dari Iran, Israel dan Amerika Serikat. Hal ini membuatnya mendapatkan kecaman dari Trump.

        Trump menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.

        "Paus Leo lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Saya tidak menginginkan seorang paus yang mengkritik presiden karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih di Amerika Serikat," ungkap Trump.

        Namun alih-alih marah, sang paus memberikan balasan yang menohok. Pope Leo menegaskan bahwa dirinya akan terus menyuarakan penolakan terhadap perang, meski mendapat serangan langsung dari Trump. Ia menekankan bahwa misinya adalah mendorong perdamaian dan dialog global, bukan terlibat dalam perdebatan politik.

        "Saya tidak ingin berdebat dengannya. Pesan Injil tidak dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan beberapa orang," kata Leo.

        Leo menegaskan akan terus berbicara lantang menentang perang dan mempromosikan solusi damai. Ia akan terus mendorong dialog antarnegara, kerja sama multilateral dan penyelesaian konflik secara adil.

        Baca Juga: Ogah Minta Maaf, Trump Kembali Serang Paus Leo XIV: Dia Salah!

        “Saya akan terus bersuara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, mendorong dialog dan hubungan multilateral antar negara untuk mencari solusi yang adil bagi permasalahan,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: