Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hubungan Memanas! Trump vs PM Italia: Dari Sekutu Sekarang Saling Serang soal Iran!

        Hubungan Memanas! Trump vs PM Italia: Dari Sekutu Sekarang Saling Serang soal Iran! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hubungan politik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memasuki fase panas setelah keduanya saling berseberangan terkait konflik Iran. Ketegangan ini mengejutkan banyak pihak karena sebelumnya keduanya dikenal sebagai sekutu ideologis di spektrum konservatif.

        Trump secara terbuka mempertanyakan sikap Meloni yang dinilainya tidak mendukung langkah Washington dalam menghadapi Iran. Ia bahkan mengisyaratkan adanya perubahan sikap dari pemimpin Italia tersebut.

        "Karena dia tidak mau membantu kami dengan NATO, dia tidak mau membantu kami menyingkirkan senjata nuklir. Ini sangat berbeda dari yang saya kira," kata Trump dikutip dari Anadolu.

        Ia juga melontarkan kritik yang lebih personal dengan menyebut Meloni tidak lagi menunjukkan karakter yang sama seperti sebelumnya. Menurutnya, perubahan sikap itu dapat berdampak terhadap arah kebijakan Italia ke depan.

        "Ini bukan lagi orang yang sama, dan Italia tidak akan menjadi negara yang sama," ujarnya.

        Komentar tersebut langsung memicu reaksi keras di dalam negeri Italia.

        Perselisihan ini semakin melebar ketika Trump ikut menyinggung isu yang berkaitan dengan Vatikan. Ia sebelumnya melontarkan kritik terhadap Paus Leo yang kemudian memicu respons dari Meloni.

        Situasi tersebut membuat konflik tidak lagi sekadar soal geopolitik, tetapi juga menyentuh sensitivitas publik Italia. Di negara itu, posisi Vatikan memiliki arti penting baik secara historis maupun sosial.

        Trump mengaku sudah lama tidak berkomunikasi langsung dengan Meloni. Padahal, keduanya selama ini kerap dipandang memiliki kedekatan dalam pandangan politik.

        Selain isu geopolitik, Trump juga menyoroti kebijakan energi Italia yang dinilai tidak agresif. Ia mempertanyakan mengapa Italia tidak memanfaatkan sumber daya seperti minyak Iran dalam situasi krisis global.

        "Saya tidak bisa membayangkannya. Saya terkejut olehnya. Saya pikir dia punya keberanian, saya salah," kata Trump.

        Pernyataan ini mempertegas kekecewaannya terhadap sikap pemerintah Italia.

        Ia bahkan melontarkan klaim keras terkait ancaman Iran terhadap Italia. Trump menuduh Meloni tidak cukup peduli terhadap potensi bahaya tersebut.

        "Dia tidak peduli jika Iran memiliki senjata nuklir dan akan menghancurkan Italia dalam dua menit jika punya kesempatan," ujarnya.

        Klaim tersebut memperuncing ketegangan di tengah situasi geopolitik yang sudah sensitif.

        Di Italia, reaksi terhadap pernyataan Trump muncul dari berbagai kalangan, termasuk oposisi. Tokoh Partai Demokrat Elly Schlein menyampaikan kecaman keras terhadap sikap Presiden AS tersebut.

        “Kami adalah lawan di parlemen ini, tetapi kami semua warga negara Italia dan kami tidak akan menerima serangan atau ancaman terhadap pemerintah dan negara kami,” kata Schlein.

        Ia menegaskan bahwa kritik Trump dinilai telah melewati batas diplomasi.

        Ketegangan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya. Situasi tersebut juga berdampak pada stabilitas energi dunia, terutama terkait jalur distribusi di Timur Tengah.

        Selat strategis seperti Selat Hormuz menjadi sorotan karena perannya dalam distribusi minyak global. Gangguan di wilayah ini berpotensi mendorong kenaikan harga energi secara signifikan.

        Trump sendiri sebelumnya mengkritik negara-negara Eropa yang dinilai tidak siap menghadapi risiko tersebut. Ia menilai sekutu Amerika terlalu bergantung pada Washington dalam menjaga stabilitas jalur energi.

        Baca Juga: Pengumuman Trump Jadi Sorotan, Ada Dugaan Insider Trading Minyak Terkait Perang Iran-Amerika Serikat

        Di tengah ketegangan tersebut, dinamika politik Eropa juga mengalami perubahan, termasuk di Hungaria. Kekalahan Viktor Orban dalam pemilu turut menjadi sorotan dalam pernyataan Trump.

        Meski demikian, Trump tetap memberikan penilaian positif terhadap Orban. Ia juga menyebut pemimpin baru Hungaria memiliki potensi untuk menjalankan pemerintahan dengan baik.

        Konflik antara Trump dan Meloni mencerminkan dinamika baru dalam hubungan transatlantik. Perbedaan kepentingan dan strategi kini semakin terlihat di antara negara-negara yang sebelumnya berada dalam satu barisan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: