Waketum Gerindra Kritik Balik Dino Patti Djalal: di Negara Maju Mantan Pejabat Menghormati orang yang Sedang Bekerja
Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman menyebut era demokrasi dan keterbukaan partainya membuka diri terhadap kritik, termasuk dari mantan pejabat tinggi seperti Dino Patti Djalal.
"Namun demikian, sebagai sesama anak bangsa saya harus mengkritik balik Dino. Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat, bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekedar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo," kata Habiburokhman dalam keterangannya.
Ia menyebut salah satu kritik yang disampaikan Dino agar Presiden Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain dirasa aneh. Di tengah ketidakpastian situasi global saat ini bahkan Donald Trump merasa perlu mengunjungi China untuk memperjuangkan kepentingan negaranya.
"Menurut kami justru Presiden Prabowo harus sangat proaktif baik menerima kunjungan maupun juga mengunjungi pemimpin negara lain," tambahnya.
"Sebagai mantan Wamenlu juga kurang etis jika Dino mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo," tambahnya.
Ketua Komisi III DPR ini juga menilai di negara-negara maju, mantan pejabat membatasi diri untuk mengkritik kinerja para penerus atau penggantinya.
"Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja. Kritik mantan pejabat kepada penerusnya bahkan bisa menjadi bumerang jika publik membanding kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: