Blokade Diperketat, Amerika Serikat Bersiap Lanjutkan Serangan ke Iran
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya siap untuk segera melanjutkan operasi tempur terhadap Iran. Hal ini menyusul belum adanya sinyal kesepakatan damai untuk menghentikan konflik kedua negara di Timur Tengah.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menyampaikan peringatan keras kepada Iran. Ia mengatakan bahwa pihakny siap memberikan tekanan lebih lanjut jika mereka tidak menerima proposal damai yang diberikan oleh Amerika Serikat.
Baca Juga: Stok Dikuras Perang Iran, Amerika Serikat Lobi Ford hingga General Motors untuk Produksi Senjata
"Iran dapat memilih masa depan yang makmur, jembatan emas, dan kami berharap mereka melakukannya untuk rakyatnya. Tetapi jika mereka memilih dengan buruk, maka mereka akan menghadapi blokade dan bom yang dijatuhkan pada infrastruktur, listrik dan energi," kata Hegseth.
Senada, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Dan Caine menegaskan bahwa pasukannya siap bertindak kapan saja. Menurutnya, pihaknya hanya menunggu perintah dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Kami siap melanjutkan operasi tempur besar dalam waktu singkat,” katanya.
Angkatan Laut Amerika Serikat saat ini tengah melakukan operasi blokade di Selat Hormuz. Pihaknya mengejar setiap kapal yang berupaya berlajar menuju atau pun keluar pelabuhan dari Iran.
Menurut pejabat militer, setidaknya sudah ada 13 kapal telah memilih berbalik arah. Laporan juga menyebut belum ada kapal yang diperiksa atau disita sejauh ini berkat operasi blokade di Selat Hormuz.
Blokade ini sendiri muncul menyusul gagalnya negosiasi damai dari Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan. Menurut Washington, Teheran menolak sejumlah tuntutan utama antara lain menghentikan seluruh pengayaan uranium, membongkar fasilitas nuklir utama dan menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya.
Amerika Serikat diketahui juga meminta mereka untuk menghentikan dukungan terhadap kelompok seperti Hamas, Hezbollah dan Houthi. Ia juga menuntut adanya pembukaan penuh akses dari Selat Hormuz.
Iran di sisi lain melaporkan tuntutan yang berlebihan dari Amerika Serikat. Hal tersebut menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan. Neberapa isu sebenarnya telah mencapai titik temu, namun dua hal utama masih menjadi ganjalan yakni program nuklir hingga kontrol dan akses dari Selat Hormuz.
Teheran mengatakan bahwa pihaknya meragukan komitmen damai dari Amerika Serikat. Pihaknya telah menawarkan berbagai inisiatif “berpandangan ke depan”, namun hal tersebut malah direspons dengan agenda berbeda yang menghambat kesepakatan dari Washington.
Terbaru, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa pembicaraan tetap berjalan dan dinilai produktif. Menurutnya, terdapat kemungkinan besar terjadinya negosiasi lanjutan dari Iran dan Amerika Serikat.
“Diskusi ini terus berlangsung dan kami merasa baik dengan prospek tercapainya kesepakatan,” ujarnya.
Amerika Serikat juga membuka peluang untuk kembali hadir dalam negosiasi secara tatap muka. Menurut Leavitt, jika pembicaraan tatap muka kembali digelar, besar kemungkinan akan berlangsung di Pakistan.
Baca Juga: Walau Dihujani Kritik Trump, Paus Leo Serukan Dunia Lawan Korupsi dan Akhiri Perang Global
"Saya juga melihat beberapa laporan tentang potensi diskusi tatap muka," kata Leavitt.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: