Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Rontok 10%

        Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Rontok 10% Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga minyak dan gas dunia turun tajam pada perdagangan Jumat setelah Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial. Kebijakan itu memberi harapan baru terhadap normalisasi pasokan energi global yang sempat terganggu akibat konflik geopolitik.

        Minyak mentah Brent sebagai acuan internasional merosot lebih dari 10% ke level US$88,8 per barel. Meski turun tajam, harga tersebut masih berada di atas posisi sebelum perang yang berada di kisaran US$72 per barel.

        Di saat yang sama, harga gas alam Eropa juga ikut melemah. Kontrak gas acuan kawasan itu turun sekitar 6,4% ke level €39 per megawatt hour, didorong ekspektasi meredanya tekanan pasokan energi.

        Menteri Luar Negeri Iran Sayed Abbas Araghchi menyebut, sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, seluruh kapal komersial diperbolehkan melintas melalui Selat Hormuz melalui rute terkoordinasi yang telah diumumkan Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran.

        “Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan terbuka sepenuhnya selama sisa masa gencatan senjata,” ujar Araghchi, dalam akun X @araghchi, dikutip, Minggu (17/4/2026). 

        Selama tujuh pekan terakhir, gangguan di Selat Hormuz telah menekan distribusi minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar olahan dari kawasan Timur Tengah. Jalur tersebut merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia.

        Sebelum konflik memanas, lebih dari 130 kapal per hari melintasi Selat Hormuz. Namun selama ketegangan berlangsung, arus kapal menurun drastis. Saat ini diperkirakan sekitar 800 kapal masih tertahan di kawasan Teluk, termasuk sekitar 300 kapal tanker minyak dan gas.

        Meski jalur mulai dibuka, pelaku industri pelayaran masih bersikap hati-hati. Ketua International Chamber of ShippingThomas A Kazakos menyebut pembukaan kembali Hormuz merupakan perkembangan positif, namun implementasinya di lapangan masih perlu kepastian.

        Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik ke US$ 77, Bahlil Pastikan APBN 2026 Masih Aman

        Baca Juga: Iran Izinkan Kapal Melintas, Trump Pastikan Selat Hormuz Tak akan Pernah Ditutup Lagi

        Ia menilai pemulihan lalu lintas pelayaran secara normal membutuhkan koordinasi erat antara otoritas maritim internasional, negara kawasan, otoritas keamanan laut, dan pelaku industri.

        Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut keputusan tersebut dan menyatakan Iran telah mengumumkan Selat Hormuz terbuka penuh untuk lalu lintas global.

        “Iran baru saja mengumumkan bahwa selat tersebut sepenuhnya terbuka dan siap dilalui penuh. Iran juga sepakat tidak akan pernah menutup Selat Hormuz lagi,” ujar Trump mengutip @TrumpDailyPosts. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: