Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        LPEI Catat Realisasi Penugasan Khusus Ekspor Tembus Rp13,7 Triliun, Jawa Timur Serap 25%

        LPEI Catat Realisasi Penugasan Khusus Ekspor Tembus Rp13,7 Triliun, Jawa Timur Serap 25% Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
        Warta Ekonomi, Gresik -

        Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat realisasi penyaluran pembiayaan ekspor melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) mencapai Rp13,7 triliun. Dana tersebut bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dialokasikan untuk mendukung pembiayaan ekspor nasional.

        Program PKE merupakan mandat pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 50 Tahun 2025, yang menugaskan LPEI untuk menyediakan fasilitas trade finance guna mendorong ekspor produk dan komoditas unggulan Indonesia.

        Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman, mengungkapkan bahwa sekitar 25% dari total pembiayaan tersebut telah disalurkan ke wilayah Jawa Timur. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp9 triliun yang dinikmati oleh 61 perusahaan di provinsi tersebut.

        “Sekitar 25% dari total PKE disalurkan di Jawa Timur. Jika dilihat dari nilainya, realisasi pencairan (disbursement) hingga saat ini telah mencapai sekitar Rp9 triliun,” kata Sulaeman dalam media briefing di Gresik, Jawa Timur, dikutip Senin (20/4/2026).

        Ia menambahkan, pemanfaatan fasilitas PKE oleh para eksportir telah membuka akses pasar ke lebih dari 30 negara tujuan ekspor. Hal ini menunjukkan peran strategis pembiayaan tersebut dalam mendorong ekspansi produk Indonesia ke pasar global.

        Selain pembiayaan dalam bentuk kredit modal kerja, program PKE juga dilengkapi dengan layanan penjaminan dan asuransi. Fasilitas ini mencakup perlindungan terhadap risiko gagal bayar melalui skema trade credit insurance.

        Baca Juga: Eximbank Dorong Ekspor Nasional, Sumbang Devisa Rp37 Triliun

        Baca Juga: Melesat 26,4%, Ekspor CPO Capai US$4,69 Miliar pada Awal 2026

        “Produk PKE ini sudah cukup lengkap karena selain pembiayaan, juga dilengkapi pengaman dalam bentuk penjaminan dan asuransi sebagai bagian dari program,” ujarnya.

        Sebagai informasi, total dana PMN untuk program PKE sebesar Rp13,7 triliun dialokasikan ke dalam sembilan program utama, meliputi sektor alat transportasi, farmasi dan alat kesehatan, pariwisata di KEK Mandalika, destinasi pariwisata superprioritas, penerbangan, kawasan nontradisional, trade finance, usaha kecil dan menengah (UKM), serta penjaminan dan asuransi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: