Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenekraf Gelar Bootcamp AKTIF Film di Medan, Bekali 36 Sineas Muda Soal Strategi Bisnis Perfilman

        Kemenekraf Gelar Bootcamp AKTIF Film di Medan, Bekali 36 Sineas Muda Soal Strategi Bisnis Perfilman Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
        Warta Ekonomi, Medan -

        Dunia perfilman kini tak lagi cukup hanya soal ide kreatif dan kualitas produksi. Sineas juga dituntut paham cara “menjual” karya mereka.

        Hal inilah yang coba dijawab oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) lewat program "Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film: Bootcamp Distribusi dan Promosi Film" yang digelar di Medan pada 16-18 April 2026.

        Lewat program ini, para sineas muda tidak hanya diasah dari sisi kreativitas, tetapi juga dibekali pemahaman soal strategi distribusi dan promosi. Tujuannya jelas, yaitu agar film yang dibuat tidak berhenti di tahap produksi, tapi bisa menjadi produk bernilai ekonomi dan bersaing di pasar yang lebih luas.

        Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional, khususnya subsektor film.

        “Kami ingin memastikan ekosistem perfilman terus tumbuh berkelanjutan. AKTIF Film bukan sekadar ruang belajar, tapi juga akselerator bagi sineas muda agar siap bersaing di industri global,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

        Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk mendorong kualitas sekaligus daya saing kreator lokal.

        “Lewat kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak kreator lokal yang bukan cuma jago bikin film, tapi juga paham cara memasarkan dan mengembangkan karyanya agar bisa bersaing lebih luas,” katanya.

        Bootcamp ini digelar bekerja sama dengan Rangkai dan Cinema Poetica, menghadirkan sejumlah praktisi industri. Mulai dari Barry Maheswara yang membahas aspek hukum distribusi film, Redemptus Rangga Raditya soal ekosistem industri film komersial, hingga Irwan Junaidy yang mengulas pengembangan dan komersialisasi IP.

        Selain itu, ada juga Robby Wahyudi yang membedah siklus bisnis film, serta Novi Hanabi yang fokus pada strategi pemasaran dan promosi film.

        Sebanyak 36 peserta dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengikuti program ini. Mereka merupakan sineas muda terpilih yang dinilai siap membawa karyanya ke tahap distribusi yang lebih luas.

        Delapan proyek film turut menjadi sorotan dalam bootcamp ini, di antaranya Silogui, Gurda Gurdi, Tree in White, Teman Kecilku, Sound of Haminjon, Di Ujung Ombak, Pukerengan, hingga Anak-anak Bintang.

        Baca Juga: Dari Kumuh ke Kelas Dunia, Wamen Ekraf Terkesan Transformasi Kampung Mrican

        Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan, menjelaskan bahwa Medan dipilih karena besarnya potensi talenta muda di wilayah ini.

        “Banyak karya film yang sebenarnya bagus, tapi berhenti di produksi dan tidak sampai ke penonton. AKTIF hadir untuk menjembatani hal tersebut, dengan memberikan akses ke strategi distribusi hingga peluang market nasional dan internasional,” jelasnya.

        Melalui program ini, Kementerian Ekraf berharap lahir lebih banyak sineas yang tidak hanya kuat secara cerita dan artistik, tetapi juga paham sisi bisnis. Dengan begitu, film Indonesia bisa menjadi lebih dari sekadar tontonan, tapi juga motor penggerak ekonomi kreatif yang nyata.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Khairunnisak Lubis
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: