Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rp54 Triliun Investasi Digital, Ekraf Dorong Asosiasi Cybersecurity

Rp54 Triliun Investasi Digital, Ekraf Dorong Asosiasi Cybersecurity Kredit Foto: F5
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menaruh perhatian khusus pada sektor keamanan siber seiring besarnya investasi digital di subsektor aplikasi dan pengembangan.

Saat ini, subsektor tersebut mencatatkan investasi mencapai Rp54,18 triliun, menjadikannya yang terbesar di sektor ekonomi kreatif. 

Melihat potensi itu, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mendukung inisiatif pembentukan asosiasi cybersecurity guna memperkuat perlindungan serta keberlanjutan ekosistem digital nasional.

Hal ini disampaikan Riefky dalam pertemuan bersama sejumlah pelaku industri cybersecurity di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

"Ditengah tantangan yang ada, Kementerian Ekraf terus berupaya mendukung dengan terus hadir ke dalam berbagai agenda pada 17 subsektor dengan tujuan untuk membuka akses pasar, membuka partner bisnis atau investment. Sebagai contoh Kementerian Ekraf hadir dalam Gamescom dengan membawa sejumlah game developer salah satunya Gambir Studio yang berhasil mendapatkan investasi membuat game buatannya tersebut mencapai 52 ribu download,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kementerian Ekraf, Kamis (7/5).

Teuku Riefky juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar dan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexahelix.

“Harapannya kami dapat membantu dari segi akses pasar, ataupun trust dari industri di Indonesia untuk memakai produk dalam negerinya yang telah dibuat. Juga untuk eksposurnya di dalam ataupun di luar negeri termasuk memfasilitasi kolaborasi lintas kementerian lembaga termasuk BUMN,” harapnya.

Baca Juga: RI Jago Bikin Produk Tapi Branding Masih ‘Kalah’, Ekraf Siapkan Jawaban

Baca Juga: Ekraf Bongkar Strategi Cegah Talent Gim Indonesia Direbut Negara Asing

CEO Spentra, Royke Tobing, menyampaikan bahwa kehadiran komunitas dan perusahaan cybersecurity selaras dengan visi pemerintah dalam memperkuat kedaulatan teknologi nasional. Ia juga menyatakan kesiapan untuk membentuk asosiasi yang berfungsi sebagai wadah kolaborasi dan perlindungan bagi pelaku industri kreatif.

“Kami mengharapkan bagaimana semua small medium enterprise dan yang menghasilkan produk-produk kreatif ini terlindungi, artinya semua member dari asosiasi ini bisa support anggota lain,” ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya