Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Hanya Kesetaraan, BDO Maknai Semangat Kartini sebagai Kemampuan Khas Perempuan dalam Memimpin

        Tak Hanya Kesetaraan, BDO Maknai Semangat Kartini sebagai Kemampuan Khas Perempuan dalam Memimpin Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        BDO Indonesia menilai semangat Hari Kartini saat ini tidak lagi sekadar berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga tentang bagaimana perempuan menghadirkan nilai dalam setiap peran yang dijalankan, baik di ranah profesional maupun personal.

        Dalam keseharian, perempuan dihadapkan pada berbagai tanggung jawab yang berjalan bersamaan. Kemampuan untuk beradaptasi, mengambil keputusan di tengah dinamika, serta tetap hadir bagi lingkungan sekitar menjadi kekuatan yang berdampak besar dalam membangun kepercayaan dan stabilitas.

        Pengalaman tersebut turut membentuk gaya kepemimpinan yang khas. Di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis, perempuan menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak harus identik dengan pendekatan yang keras atau agresif.

        Sebaliknya, integritas, ketenangan, serta kemampuan menjaga composure menjadi fondasi penting dalam membangun kredibilitas dan kepercayaan. Pendekatan ini dinilai semakin relevan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.

        Dalam konteks profesional, termasuk di industri audit yang memiliki tingkat kompleksitas dan tuntutan ketelitian tinggi, peran perempuan dinilai semakin signifikan. Tidak hanya dalam menjaga kualitas dan akurasi pekerjaan, tetapi juga dalam mendorong cara kerja yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.

        BDO Indonesia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih fleksibel dalam mengelola kehidupan dan pekerjaan. Konsep work-life harmony dinilai lebih relevan dibandingkan keseimbangan yang kaku, karena memungkinkan individu menemukan ritme yang selaras antara berbagai peran yang dijalankan.

        Pendekatan ini diperkuat dengan budaya kerja yang mendorong kepedulian, kolaborasi, serta lingkungan yang aman secara psikologis, sehingga perempuan dapat berkembang dengan percaya diri dan mengambil peran strategis.

        Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi, BDO Indonesia menekankan pentingnya membangun kompetensi yang mendalam, integritas profesional, serta kesiapan untuk terus belajar agar perempuan dapat berkontribusi secara berkelanjutan.

        Komitmen terhadap kepemimpinan inklusif tersebut tercermin dari langkah strategis perusahaan, termasuk bergabungnya Johanna Gani bersama para partner yang memperkuat keseimbangan representasi perempuan dan laki-laki di tingkat kepemimpinan.

        Baca Juga: Jaga Semangat Kartini, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

        Johanna Gani menyatakan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh hasil, tetapi juga oleh nilai serta cara membangun hubungan dalam tim. Ia menilai perempuan memiliki kekuatan dalam menghadirkan perspektif yang kolaboratif dan berorientasi jangka panjang, yang berperan penting dalam membentuk masa depan organisasi.

        Senada dengan itu, IGA Erna menambahkan bahwa perjalanan perempuan di dunia profesional kerap diwarnai tantangan, namun justru menjadi proses pembentukan ketahanan dan karakter.

        “Kepemimpinan tidak harus ditunjukkan melalui cara yang agresif, tetapi melalui integritas, ketenangan, serta kemampuan untuk terus berkembang dan memberdayakan tim,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: