Kredit Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Praktik kecurangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri kembali mencuat dan langsung terlihat sejak hari pertama pelaksanaan UTBK-SNBT 2026. Fenomena ini menandakan bahwa sistem seleksi nasional tidak hanya diuji oleh kemampuan peserta, tetapi juga oleh upaya manipulasi yang semakin canggih.
Modus yang digunakan tidak lagi sederhana, melainkan mengarah pada pola yang berpotensi terorganisir. Perjokian dan penggunaan alat bantu teknologi menjadi dua metode utama yang terdeteksi dalam pelaksanaan awal ujian.
Ketua Tim SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa panitia telah menemukan indikasi kecurangan tersebut sejak awal ujian berlangsung.
“Sejauh ini terdapat dua skema kecurangan yang sudah ditemukan, seperti perjokian dan penggunaan alat bantu,” ujarnya dikutip dari ANTARA.
Kemunculan praktik joki mengindikasikan adanya kemungkinan jaringan yang bekerja di balik layar untuk membantu peserta lolos seleksi. Sementara itu, pemanfaatan perangkat teknologi menunjukkan bahwa pola kecurangan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Di tengah situasi tersebut, panitia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran. Sanksi yang disiapkan mencakup pengguguran peserta hingga pencoretan dari seluruh jalur seleksi perguruan tinggi negeri, bahkan dapat berujung pada proses hukum.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam proses seleksi. Ia menilai bahwa kecurangan pada akhirnya akan terungkap meskipun dilakukan dengan berbagai cara.
“Masih terjadi beberapa upaya tindak curang dan panitia sudah melakukan imbauan. Mari kita tegakkan integritas, hindari kecurangan, karena pada akhirnya kecurangan dapat diketahui,” kata Brian.
Di sisi lain, tekanan untuk lolos ke perguruan tinggi negeri kerap menjadi pemicu munculnya praktik-praktik curang. Ambisi tinggi tanpa diimbangi integritas justru berisiko merugikan peserta sendiri dalam jangka panjang.
Baca Juga: Begini Cara Mudah Bayar UTBK SNBT 2026 via Aplikasi BRImo
Sebanyak 871.496 peserta mengikuti UTBK-SNBT 2026 yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia. Skala besar ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keadilan dan kredibilitas sistem seleksi.
Panitia mengimbau seluruh peserta untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri dan tidak tergoda mencari jalan pintas. Dukungan keluarga serta kesiapan belajar dinilai tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi ujian.
UTBK-SNBT 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari hingga 30 April 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 25 Mei 2026 sebagai penentu langkah peserta menuju perguruan tinggi negeri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: