AS Isi Ulang Senjata Saat Gencatan, Trump Siap Hajar Iran Lagi
Kredit Foto: Istimewa
Pernyataan keras kembali dilontarkan Donald Trump yang mengindikasikan konflik dengan Iran belum benar-benar mereda meski ada gencatan senjata. Ia bahkan mengungkap bahwa masa jeda konflik justru dimanfaatkan Amerika Serikat untuk memperkuat persenjataan.
Trump menyebut Washington menggunakan periode gencatan senjata untuk mengisi ulang stok militer, sambil menuding Iran kemungkinan melakukan hal serupa.
“Selama masa gencatan senjata, kami mengisi kembali persenjataan kami,” ujar dikutip dari ANADOLU.
Di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung, Trump menegaskan kesiapan militernya untuk kembali melancarkan serangan.
“Saya siap untuk melanjutkan serangan jika kesepakatan tidak tercapai,” kata dia, meski tetap menyatakan optimisme akan tercapainya “kesepakatan besar”.
Ia juga menyinggung penyitaan kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA oleh militer AS setelah kapal tersebut menolak mengikuti instruksi blokade. Menurut Trump, kapal itu membawa sesuatu yang ia sebut sebagai “hadiah dari China,” meski klaim tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari Beijing.
Ketegangan semakin meningkat menjelang berakhirnya masa gencatan senjata yang hanya berlangsung dua pekan. Trump bahkan menuduh Iran telah “berulang kali melanggar” kesepakatan tersebut dan menyebut perpanjangan gencatan senjata hampir mustahil terjadi.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga terus menyiapkan jalur diplomasi dengan rencana pertemuan lanjutan di Islamabad. Namun hingga kini Iran belum memastikan keikutsertaannya dan mensyaratkan pencabutan blokade laut sebagai prasyarat negosiasi.
Dalam pernyataan terpisah, Trump kembali menyinggung serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. Ia mengklaim serangan itu “sepenuhnya menghancurkan lokasi ‘nuclear dust’ hingga Iran tidak bisa lagi mengakses atau menggali material tersebut.”
Trump bahkan menyebut pengawasan terhadap lokasi tersebut dilakukan secara ketat menggunakan teknologi militer.
“Pasukan luar angkasa memiliki kamera di setiap inci dari tiga lokasi yang kami hancurkan dengan sangat presisi,” ujarnya.
Dengan retorika yang semakin agresif, sinyal bahwa konflik bisa kembali memanas pun semakin kuat. Gencatan senjata yang semestinya menjadi jalan menuju damai kini justru terlihat sebagai jeda sebelum potensi eskalasi berikutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: