Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Malam Sawit, Peluang Baru Bagi Pengrajin Batik di Riau

        Malam Sawit, Peluang Baru Bagi Pengrajin Batik di Riau Kredit Foto: Sahril Ramadana
        Warta Ekonomi, Riau -

        Sebanyak 50 pembatik dari berbagai daerah di Provinsi Riau mengikuti pelatihan membatik dengan inovasi baru penggunaan malam atau lilin dari olahan minyak kelapa sawit. 

        Kegiatan yang dilaksanakan oleh Elaeis Media Group (EMG) ini digelar selama dua hari di Gedung Dekranasda Pekanbaru. 

        Acara ini bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau. 

        Salah satu peserta, Andiny Yuliani mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM khususnya yang bergerak di bidang fashion pengrajin batik. 

        "Pembuatan batik menggunakan malam kelapa sawit ini hal yang baru bagi pengrajin batik. Ini merupakan inovasi bagi para pengrajin untuk meningkatkan kreativitas produk kain batiknya," kata Andiny, Rabu (22/4). 

        Menurut wanita yang berprofesi sebagai desainer di Riau ini, kegiatan tersebut juga wujud sinergi kolaborasi yang membuat para pengrajin lokal semangat karena merasa didukung untuk naik kelas. 

        Sebab, kata Andiny, bisnis fashion adalah bisnis up to date yang menuntut pelaku bisnis untuk terus belajar upgrade skill. Sehingga bisnis yang dijalankan semakin berkembang. Tidak terkecuali para pengrajin rumahan atau UMKM. 

        "Market batik sendiri sangat berpeluang. Karena saat ini pakaian batik sangat diminati, tidak hanya untuk pakaian kerja atau resmi, tapi juga untuk daily outfit. Artinya punya market yang luas," katanya.

        CEO Elaeis Media Grup, Abdul Aziz menjelaskan, pelatihan ini menggunakan bahan lilin atau malam batik sawit yang merupakan turunan dari minyak mentah sawit yang disebut 'stearin'. 

        Biasanya, kata Aziz, untuk membatik menggunakan parafin namun untuk pelatihan ini dikombinasikan dengan malam batik sawit.

        "Setelah diuji coba pakai malam sawit kalau ditekuk tidak patah motifnya, pewarnaan juga lebih cerah. Selain itu juga tidak bikin sesak karena tak ada asap. Ini potensial untuk dikembangkan karena kebun sawit di Riau sangat luas," jelasnya. 

        Perwakilan BPDP, Helmi Muhansyah mengatakan, pihaknya ingin pelaku UMKM khsusus pengrajin batik sawit di Riau berkembang. 

        Apalagi, Riau merupakan daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh pengrajin.  

        Baca Juga: Wacana Pajak Air Permukaan untuk Sawit di Sumatra Dinilai Ancam Daya Saing Sawit Nasional dan Investasi

        "Jadi, pelatihan batik sawit ini sebagai langkah awal bangkitnya UMKM di Riau. Mudah-mudahan, motif batik yang dikombinasikan bahannya dari sawit bisa dikembangkan. Apalagi sejatinya turunan produk kelapa sawit tidak hanya minyak goreng namun juga bisa untuk pakaian," kata Helmi saat membuka kegiatan ini lewat virtual. 

        Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi mengatakan, 3,5 juta dari 7 juta penduduk Riau saat ini bergantung pada sawit. Bahkan produk domestik regional bruto Provinsi Riau yang di dalamnya ada industri pengolahan diperkirakan 50 persen dari sawit.

        "Jadi, pelatihan ini merupakan langkah besar, untuk membuat ekonomi UMKM bisa lebih maksimal karena sumber daya sawit besar di Riau," tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Sahril Ramadana
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: