Kredit Foto: Chery QQ3 EV
Pabrikan otomotif dari China, Chery, melangkah lebih agresif di pasar Eropa dengan berencana memproduksi mobil perkotaan (city car) bertenaga listrik.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Chery secara resmi akan mendirikan pusat riset dan pengembangan (R&D) di Paris, Prancis.
Fasilitas R&D ini tidak akan sekadar memodifikasi model yang sudah ada di China, melainkan merancang mobil kecil dari nol secara spesifik agar sesuai dengan selera, budaya, dan kondisi jalanan di Benua Biru.
Direktur Chery Prancis, Hanbang Yu, menegaskan komitmen perusahaan untuk melakukan lokalisasi produk secara total.
"Kami ingin membuat mobil Prancis untuk orang Prancis," ujar Yu dikutip AFP.
Menurut Direktur Komersial Chery Prancis, Lionel French Keogh, pemilihan Prancis sebagai basis pengembangan produk didasarkan pada besarnya potensi pasar city car di negara tersebut.
"Prancis akan menjadi pasar yang sangat besar untuk mobil kecil ini. Oleh karena itu, cara terbaiknya adalah dengan merancangnya langsung di Prancis," jelas Keogh. Ia menambahkan bahwa timnya tengah mempelajari selera konsumen lokal untuk menciptakan desain mobil mungil yang menawan.
Rencana pengembangan city car lokal ini melengkapi rentetan ekspansi Chery di pasar Eropa. Bulan ini, Chery baru saja meluncurkan merek SUV andalannya, Omoda dan Jaecoo, di Prancis.
Selain itu, pabrikan asal Wuhu ini telah memulai perakitan lokal SUV Tiggo di bekas pabrik Nissan di Spanyol, yang dipasarkan di bawah merek Ebro.
Kehadiran pabrik perakitan lokal di Eropa merupakan siasat strategis Chery untuk menghindari tarif impor tinggi yang diberlakukan oleh Uni Eropa terhadap kendaraan listrik buatan China.
Chery bahkan mematok target ambisius untuk menggenjot kapasitas produksinya di Spanyol hingga 200.000 unit per tahun dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Sebagai catatan, Chery saat ini sebenarnya sudah memiliki model EV kecil bernama Chery Q. Namun, mobil yang dirancang di Paris nanti diproyeksikan akan membawa gebrakan baru yang benar-benar disesuaikan untuk menembus standar dan selera ketat pasar Eropa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: