Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Insentif Belum Cair, Pembiayaan Kendaraan Listrik Naik 32% Tembus Rp23,39 Triliun

Insentif Belum Cair, Pembiayaan Kendaraan Listrik Naik 32% Tembus Rp23,39 Triliun Kredit Foto: Unsplash/Waldemar Brandt
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik terus mencatat pertumbuhan meski pemerintah menunda pemberian insentif yang sebelumnya direncanakan bergulir pada Juni 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan listrik mencapai Rp23,39 triliun per April 2026 atau tumbuh 32,05% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan insentif tetap memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik.

Karena itu, penundaan kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi percepatan permintaan pembiayaan pada sektor kendaraan listrik.

“Ketersediaan insentif berperan dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik, sehingga penundaan peluncuran insentif berpotensi memengaruhi akselerasi permintaan pembiayaan kendaraan listrik,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis, Kamis (11/6/2026).

Meski demikian, pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik masih menunjukkan tren yang kuat. Menurut Agusman, hal tersebut mencerminkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik yang tetap terjaga.

Selain didorong efisiensi biaya operasional, perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang semakin luas juga menjadi faktor utama yang menopang peningkatan permintaan.

“Meskipun tetap menunjukkan pertumbuhan positif, penundaan insentif dan dinamika perekonomian tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan listrik. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih cukup baik, didukung oleh pengembangan ekosistem serta efisiensi biaya operasional kendaraan listrik,” katanya.

OJK menilai prospek pembiayaan kendaraan listrik sepanjang 2026 masih positif. Hal tersebut didukung oleh penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional, kebijakan transisi energi yang terus didorong pemerintah, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Selain itu, bertambahnya pilihan model kendaraan listrik di pasar dan semakin luasnya infrastruktur pendukung diperkirakan akan menjaga permintaan pembiayaan ke depan.

Baca Juga: Penjualan Mobil Melejit 55%, Pembiayaan Multifinance Tembus Rp290,97 Triliun

Baca Juga: OJK Ungkap BI Rate Tinggi Buat Multifinance Rem Pendanaan Hingga Tingkatkan Risiko Kredit Macet

“Pembiayaan kendaraan listrik diperkirakan masih memiliki prospek yang positif pada tahun 2026, seiring penguatan ekosistem kendaraan listrik, dukungan kebijakan transisi energi, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan,” ujar Agusman.

Dengan berbagai faktor pendukung tersebut, industri pembiayaan kendaraan listrik dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar meskipun menghadapi tantangan dari penundaan insentif dan kondisi ekonomi yang dinamis.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri