Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Waskita Karya (WSKT) Raih Pendapatan Rp2,09 Triliun di Kuartal I 2026, Melonjak 54%

        Waskita Karya (WSKT) Raih Pendapatan Rp2,09 Triliun di Kuartal I 2026, Melonjak 54% Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menunjukkan perbaikan signifikan di awal 2026. Hingga 31 Maret 2026, Perseroan masih mencatatkan rugi sebesar Rp678,03 miliar, namun angka tersebut menyusut 45,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,24 triliun.

        Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar juga turun cukup dalam menjadi Rp23,54 dari sebelumnya Rp43,26. Hal itu tak lepas dari pendapatan usaha yang melesat 54,86% menjadi Rp2,09 triliun, naik dari Rp1,35 triliun. 

        Kontribusi terbesar berasal dari lini konstruksi sebesar Rp1,6 triliun, diikuti segmen tol Rp322,77 miliar, beton pracetak Rp102,89 miliar, properti dan hotel Rp48,99 miliar, infrastruktur lainnya Rp19,16 miliar, serta sewa gedung Rp2,19 miliar.

        Namun, kenaikan pendapatan turut diiringi lonjakan beban pokok pendapatan menjadi Rp1,92 triliun dari Rp1,09 triliun. Akibatnya, laba kotor mengalami penurunan menjadi Rp175,06 miliar dari Rp255,29 miliar pada periode sebelumnya.

        Di sisi efisiensi, beberapa pos beban berhasil ditekan. Beban penjualan turun menjadi Rp28,77 miliar dari Rp33,63 miliar. Beban umum dan administrasi juga sedikit menyusut menjadi Rp368,64 miliar dari Rp371,88 miliar. Sementara beban non-contributing plant turun signifikan menjadi Rp2,35 miliar dari Rp18,74 miliar.

        Baca Juga: Waskita Karya Dipercaya Kerjakan Jembatan Pulau Laut di Kalsel Senilai Rp1,02 Triliun, Hubungkan Kotabaru ke Tanah Bumbu

        Baca Juga: Konsisten Lakukan Penyehatan Keuangan, Waskita Karya Catat Nilai Kontrak Baru Hingga Rp12,52 Triliun Sepanjang 2025

        Dari sisi neraca, total aset Waskita tercatat Rp68,89 triliun, turun dari Rp70,73 triliun pada akhir 2025. Liabilitas juga menurun menjadi Rp65,94 triliun dari Rp67,06 triliun. Namun, ekuitas ikut tergerus menjadi Rp2,94 triliun dari sebelumnya Rp3,67 triliun.

        Meski masih mencatatkan kerugian, lonjakan pendapatan dan penurunan rugi menunjukkan adanya perbaikan kinerja operasional Waskita di tengah upaya restrukturisasi yang terus berjalan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: